Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Kim Yo Jong Beri Peringatan Keras: Latihan Militer AS-Korsel Adalah Persiapan Perang!

Thalatie K Yani
10/3/2026 10:10
Kim Yo Jong Beri Peringatan Keras: Latihan Militer AS-Korsel Adalah Persiapan Perang!
Kim Yo Jong tegaskan kesiapan serangan balasan yang mematikan.(KCTV)

DIREKTUR Departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea, Kim Yo Jong, merilis pernyataan pers resmi pada Selasa (10/3). Ia menegaskan tekad kuat Korea Utara (DPRK) untuk mempertahankan kedaulatan di tengah eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea yang dipicu oleh latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan (ROK).

Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong menyoroti runtuhnya struktur keamanan global akibat tindakan serampangan pihak-pihak yang ia sebut sebagai "bajingan internasional". Ia menilai latihan perang yang sedang berlangsung di Korea Selatan hanya akan memperburuk instabilitas kawasan.

Provokasi di Ambang Pintu

Latihan militer berskala besar bertajuk Freedom Shield tersebut dimulai pada 9 Maret. Kim menyebut agenda ini sebagai perwujudan kebencian kronis dan kebijakan bermusuhan AS-Korsel terhadap negaranya.

Latihan ini melibatkan lebih dari 18.000 tentara dan berlangsung selama 10 hari di berbagai medan, mulai dari darat, laut, udara, ruang angkasa, hingga ruang siber. Kim Yo Jong membantah klaim bahwa latihan tersebut bersifat rutin atau defensif.

"Latihan ini bukanlah sebuah 'permainan militer', melainkan simulasi perang yang provokatif dan agresif bagi mereka yang merencanakan konfrontasi dengan DPRK," tegas Kim Yo Jong.

Ia menambahkan bahwa meskipun musuh mencoba mencari pembenaran, sifat konfrontatif dari latihan intensitas tinggi di "ambang pintu" Korea Utara tersebut tidak akan pernah berubah.

Ancaman Teknologi Baru dan Respon Preemptif

Korea Utara mencermati adanya elemen baru dalam latihan tahun ini, termasuk penggunaan teknologi AI dan peperangan informasi. Kim menilai hal ini sebagai bukti nyata adanya persiapan untuk metode perang modern yang semakin provokatif.

Menurutnya, krisis geopolitik global saat ini membuktikan bahwa tidak ada batas yang jelas antara pertahanan dan serangan dalam manuver militer lapangan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan tempur yang luar biasa.

"Negara kami telah memperjelas bahwa kemampuan ofensif paling kuat adalah penangkal (deterrent) yang paling dapat diandalkan. Manuver militer pasukan musuh di dekat area kedaulatan kami dapat menyebabkan konsekuensi mengerikan yang tak terbayangkan," lanjutnya.

Peringatan Terakhir

Menutup pernyataannya, Kim Yo Jong memperingatkan pihak lawan agar tidak menguji kesabaran dan kemampuan Korea Utara. Ia menegaskan bahwa DPRK akan terus memantau sejauh mana pihak musuh melanggar keamanan negara mereka.

Pihak Pyongyang berkomitmen untuk memperkuat kekuatan penghancur menggunakan segala sarana khusus yang tersedia sebagai bentuk pertahanan diri yang bertanggung jawab. "Kami akan memiliki kekuatan penghancur yang mengerikan, yang tidak akan berani dilawan oleh musuh, demi mempertahankan perdamaian negara," pungkasnya. (KCNA/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya