Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kim Jong Un Pantau Uji Coba Rudal Strategis Kapal Perusak Choe Hyon

Thalatie K Yani
11/3/2026 10:34
Kim Jong Un Pantau Uji Coba Rudal Strategis Kapal Perusak Choe Hyon
Korea Utara sukses melaksanakan uji coba rudal penjelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon. Kim Jong Un instruksikan percepatan pembangunan armada tempur.(KCNA)

PEMIMPIN Korea Utara, Kim Jong Un, memantau langsung melalui layar televisi uji coba penembakan rudal penjelajah strategis yang dilakukan dari kapal perusak terbaru milik Angkatan Laut Rakyat Korea (KPA), Choe Hyon, Selasa (10/3).

Uji coba ini merupakan bagian dari rangkaian pengujian efisiensi operasional kapal perusak tersebut. Fokus utama evaluasi meliputi keandalan sistem kontrol terpadu senjata strategis nasional, sistem deteksi kapal, serta efektivitas tempur sistem integrasi teknis di atas kapal.

Dalam operasionalnya, kapal perusak Choe Hyon menerima informasi target dan meluncurkan rudal penjelajah secara bersamaan setelah mendapat persetujuan protokol. Rudal-rudal tersebut dilaporkan terbang di atas Laut Barat Korea dengan durasi antara 10.116 hingga 10.138 detik sebelum akhirnya tepat mengenai sasaran di pulau-pulau target.

Modernisasi Alutsista Angkatan Laut

Kim Jong Un menyatakan kepuasan mendalam atas keunggulan sistem tempur terpadu kapal tersebut. Ia memberikan instruksi penting untuk meninjau kembali organisasi sistem senjata pada kapal perusak yang akan dibangun di masa depan agar sesuai dengan kebutuhan militer yang berorientasi pada pembangunan.

Secara spesifik, Kim mengusulkan peningkatan kemampuan serang strategis dengan melengkapi kapal perang berkecepatan tinggi di bawah bobot 3.000 ton dengan meriam otomatis. Sementara itu, untuk kapal perusak berbobot 5.000 hingga 8.000 ton, ia menginstruksikan pemasangan sistem senjata supersonik tambahan.

Terkait kekuatan nuklir negara, Kim Jong Un menegaskan bahwa komponen pencegah perang kini telah masuk ke dalam sistem operasional yang canggih secara masif.

"Komponen pencegah perang kita sekarang dimasukkan ke dalam sistem operasional yang sangat canggih secara efektif dan dipercepat secara terus-menerus, dan kekuatan nuklir negara telah beralih ke fase operasi multifaset," ujar Kim Jong Un.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan dalam menempatkan sarana serangan strategis dan taktis pada basis praktis telah memperbarui kesiapan militer untuk aksi strategis.

"Keyakinan dan kepercayaan kita berdasarkan kemampuan yang terverifikasi ini memungkinkan untuk mengambil inisiatif dalam kegiatan militer untuk pertahanan nasional dan akan memainkan peran penting dalam mengembangkan potensi kita lebih lanjut," lanjutnya.

Target Pembangunan Armada

Di akhir pengamatannya, Kim Jong Un menetapkan serangkaian tugas strategis untuk meningkatkan efisiensi tempur Angkatan Laut. Ia mendesak agar penilaian kemampuan manuver, sistem anti-udara, anti-kapal selam, dan torpedo pada kapal perusak Choe Hyon segera diselesaikan agar kapal tersebut dapat segera diserahkan ke unit Angkatan Laut sesuai jadwal.

Selain itu, ia menginstruksikan percepatan pembangunan kapal perusak ketiga agar selesai sebelum peringatan hari berdirinya Partai Buruh Korea tahun ini, sembari terus memperkuat infrastruktur pangkalan angkatan laut yang ada maupun membangun pangkalan baru. (KCNA/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya