Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Menhan AS Pete Hegseth Investigasi Serangan Sekolah Dasar Putri di Iran

Media Indonesia
05/3/2026 16:08
Menhan AS Pete Hegseth Investigasi Serangan Sekolah Dasar Putri di Iran
Pete Hegseth.(Al Jazeera)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa pemerintahnya tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait serangan udara yang menghantam sekolah dasar putri di Iran selatan. Insiden tragis di Sekolah Perempuan Shajareh Tayyebeh, Kota Minab, tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 168 siswi.

"Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya," ujar Hegseth kepada awak media pada Rabu (4/3/2026), saat dikonfirmasi mengenai pengeboman tersebut. Dalam pernyataannya, Hegseth menegaskan bahwa militer Amerika Serikat memiliki protokol ketat untuk tidak pernah menargetkan lokasi sipil dalam operasi apa pun.

Kronologi dan Dampak Serangan di Minab

Pejabat pemerintah Iran mengungkapkan bahwa sekolah tersebut menjadi sasaran dalam rangkaian serangan gabungan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Gubernur setempat, Mohammad Radmehr, menjelaskan bahwa bom menghantam gedung saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung.

Korban jiwa didominasi oleh anak-anak perempuan berusia antara 7 hingga 12 tahun. Laporan dari media pemerintah Iran menyebutkan kerusakan infrastruktur sangat masif. Bangunan sekolah hancur total dengan atap beton yang runtuh menimpa ruang-ruang kelas. Selain 168 korban tewas, sedikitnya 95 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Data Korban Serangan Sekolah Shajareh Tayyebeh:
  • Korban Meninggal Dunia: 168 Orang (Siswi usia 7-12 tahun)
  • Korban Luka-luka: 95 Orang
  • Lokasi: Kota Minab, Iran Selatan
  • Waktu Kejadian: Sabtu, 28 Februari 2026

Saling Tuding Internasional

Iran secara resmi menuduh aliansi AS dan Israel berada di balik serangan mematikan ini. Di sisi lain, militer Israel mengeluarkan pernyataan yang mengeklaim tidak mengetahui ada operasi militer Israel maupun AS di wilayah Minab pada waktu kejadian tersebut.

Namun, rekam jejak menunjukkan bahwa Israel beberapa kali membantah keterlibatan dalam serangan mematikan di berbagai medan perang, sebelum akhirnya melakukan koreksi setelah bukti-bukti lapangan tambahan muncul ke publik. Investigasi yang dijanjikan Pentagon kini menjadi sorotan dunia internasional untuk memastikan akuntabilitas atas jatuhnya ratusan korban sipil anak-anak tersebut. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya