Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Amerika Serikat dilaporkan kehilangan peralatan militer senilai hampir US$2 miliar atau sekitar Rp33 triliun selama operasi militer terhadap Iran sejak Sabtu (28/2). Berdasarkan estimasi dan data yang dihimpun oleh Anadolu Agency, kerusakan tersebut berasal dari sejumlah serangan balasan Iran terhadap aset militer dan fasilitas Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Salah satu kerugian terbesar berasal dari sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik Amerika Serikat yang ditempatkan di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Radar tersebut dilaporkan terkena serangan rudal Iran dan mengalami kerusakan dengan nilai diperkirakan mencapai US$1,1 miliar atau sekitar Rp18,6 triliun.
Selain itu, pada Minggu (1/3), tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS hancur akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Meski keenam awak pesawat berhasil selamat, ketiga pesawat tersebut hancur dengan estimasi biaya penggantian sekitar US$282 juta atau sekitar Rp4,7 triliun.
Iran juga dilaporkan menghantam markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Manama, Bahrain, yang merusak dua terminal komunikasi satelit serta beberapa bangunan di kompleks tersebut. Terminal komunikasi satelit yang menjadi sasaran diidentifikasi sebagai AN/GSC-52B, dengan nilai diperkirakan sekitar US$20 juta atau sekitar Rp337 miliar, termasuk biaya instalasi.
Selain itu, Iran juga mengklaim menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari sistem pertahanan rudal balistik THAAD yang ditempatkan di kawasan industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab. Citra satelit dari laporan intelijen sumber terbuka menunjukkan adanya serangan pada lokasi tersebut. Nilai komponen radar yang rusak diperkirakan mencapai US$500 juta atau sekitar Rp8,4 triliun.
Jika digabungkan, nilai aset militer AS yang rusak dalam serangan balasan Iran diperkirakan mencapai sekitar US$1,902 miliar atau lebih dari Rp33 triliun.
Sejauh ini, Iran dilaporkan telah menargetkan sedikitnya tujuh lokasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Lokasi tersebut meliputi markas Armada Kelima AS di Bahrain, Camp Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al Salem, dan Camp Buehring di Kuwait, Pangkalan Erbil di Irak, serta Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab.
Selain pangkalan militer, sejumlah misi diplomatik AS di kawasan juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan terkena dua serangan drone yang menyebabkan kebakaran kecil dan kerusakan material terbatas.
Menurut laporan The Washington Post, fasilitas stasiun CIA di dalam kompleks tersebut juga terkena dampak.
Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait City juga dilaporkan diserang drone dan rudal.
Serangan tersebut menyebabkan asap terlihat di sekitar kompleks kedutaan. Gedung kemudian ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan staf non-esensial beserta keluarga mereka telah dievakuasi.
Di Dubai, Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Dubai dilaporkan terkena serangan drone yang menghantam area parkir dekat gedung konsulat. Kebakaran sempat terjadi namun berhasil dipadamkan oleh otoritas setempat, dan tidak ada kerusakan struktural besar yang dilaporkan. (Ant/E-3)
Warga AS kini mengurangi belanja makanan untuk menutupi biaya bahan bakar yang melonjak tajam setelah Selat Hormuz diblokade oleh Iran.
Wisma Putra juga menyatakan perkembangan terbaru itu memerlukan pembahasan yang komprehensif, cermat, dan terkoordinasi.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
RIA Novosti melaporkan dari Moskow, Rabu, serangan tersebut juga diarahkan kepada "titik-titik berkumpul dan pusat dukungan tempur pihak Zionis".
Iran menyatakan telah menyerang pangkalan AS Victoria di Irak, pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait, pangkalan udara Prince Sultan di Arab Saudi,
Lembaga tersebut menambahkan bahwa serangan itu tidak menyebabkan kerusakan material dan tim pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api.
Belum ada rincian langsung yang diberikan mengenai kemungkinan kerusakan atau korban jiwa.
Timur Tengah membara! Iran luncurkan 'Operasi Truthful Promise 4' dan serang pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Simak laporan terkini dampak serangan rudal tersebut di sini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved