Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

MotoGP Akui GP Qatar Terancam Batal akibat Konflik Timur Tengah

Khoerun Nadif Rahmat
05/3/2026 17:37
MotoGP Akui GP Qatar Terancam Batal akibat Konflik Timur Tengah
ilustrasi.(dok.MI)

MOTOGP mengakui Grand Prix Qatar 2026 berpotensi tidak digelar sesuai jadwal akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan gangguan perjalanan udara di kawasan tersebut.

CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta mengungkapkan balapan di Sirkuit Lusail yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April kini berada dalam ketidakpastian setelah eskalasi konflik regional memicu penutupan sejumlah wilayah udara di Timur Tengah.

Serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu memicu serangan balasan di berbagai wilayah dan menyebabkan gangguan perjalanan internasional karena banyaknya penutupan ruang udara.

Situasi tersebut bahkan telah berdampak pada kalender balap lain. Kejuaraan World Endurance Championship (WEC) menjadi seri motorsport besar pertama yang menunda balapan akibat eskalasi konflik tersebut.

Seri pembuka musim WEC 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung di Lusail pada 28 Maret dipindahkan ke waktu lain pada tahun ini. Sirkuit Lusail sebelumnya juga dijadwalkan menjadi tuan rumah putaran keempat MotoGP musim 2026 pada 12 April. Ezpeleta untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui bahwa balapan tersebut berpotensi tidak dapat digelar sesuai rencana.

"Kami harus menunggu. Saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi. Kami sudah berbicara dengan Qatar sejak Minggu, dan kami akan membuat keputusan," ujar Ezpeleta dikutip dari Crash.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan opsi alternatif apabila balapan tidak dapat berlangsung sesuai jadwal. "Apakah mungkin kembali pada tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B," kata Ezpeleta.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa MotoGP tidak akan mencari lokasi pengganti apabila Qatar tidak dapat menggelar balapan.

"Pergi ke tempat lain? Pasti tidak," tegasnya.

Ezpeleta juga menyebut kemungkinan balapan digelar ulang pada waktu lain masih terbuka.

"Apakah itu bisa masuk ke jadwal? Kami sangat bagus dalam menyusun jadwal. Kami akan segera tahu. Kami menunggu mereka memberi tahu kami sesuatu. Masih ada waktu," katanya.

MotoGP sendiri telah memulai musim 2026 akhir pekan lalu di Thailand dengan kemenangan Marco Bezzecchi, sementara juara bertahan Marc Marquez gagal finis. Dampak konflik Timur Tengah juga memunculkan tanda tanya terhadap agenda Formula 1 di kawasan tersebut. Dua balapan yang dijadwalkan berlangsung secara beruntun yakni Grand Prix Bahrain pada 12 April dan Grand Prix Arab Saudi pada 19 April kini ikut dipantau.

Formula 1 menyatakan pihaknya tengah memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. Sementara itu, seri pembuka musim F1 akhir pekan ini di Australia diperkirakan tidak terdampak signifikan karena penyelenggara menggunakan penerbangan charter bagi personel utama di tengah gangguan perjalanan udara global. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya