Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Charles Leclerc dan Lewis Hamilton untuk kembali bersaing di barisan depan kembali terhenti, setelah keduanya tampil di bawah harapan pada sesi kualifikasi Grand Prix Qatar. Keduanya tak mampu menandingi kecepatan rival utama dalam sesi yang berlangsung sangat kompetitif.
Saat McLaren, Mercedes, dan Red Bull terlihat bergantian berebut peluang pole position, Ferrari justru tertinggal jauh dan gagal menunjukkan peningkatan berarti setelah Sprint sebelumnya. Dalam Sprint berdurasi 19 lap tersebut, Leclerc finis di P13, sementara Hamilton di P17, sebelum pembalap Inggris itu naik satu posisi karena Lance Stroll memulai dari pit lane.
Harapan Hamilton untuk memulai balapan dari posisi lebih baik tidak terwujud setelah ia tereliminasi di Q1 dan harus memulai dari posisi 18. Dengan karakter lintasan yang sulit untuk menyalip, Hamilton menghadapi tugas berat untuk kembali meraih poin. Ia sebelumnya mengungkapkan mobil terasa lebih buruk dibanding sesi Sprint Qualifying.
“Saya merasa sedikit lebih baik. Kami melakukan beberapa perubahan dan saya merasa lebih baik, tetapi saya tetap tidak cepat,” ujar Hamilton.
Hamilton juga mengakui musim perdananya bersama Ferrari menjadi periode sulit. Ia menegaskan “sangat berterima kasih atas dukungan” fans dan “tidak akan bisa melewati tahun ini tanpa mereka.”
Leclerc mengalami kesulitan serupa. Ia menutup kualifikasi di P10, terpaut lebih dari satu detik dari waktu pole Oscar Piastri. Sebuah spin besar di Q3 dipicu oleh oversteer yang terus ia alami sepanjang akhir pekan, dan ia mengaku tidak optimistis akan adanya perubahan signifikan sebelum balapan.
“Hari yang sangat sulit, akhir pekan yang sangat sulit. Saya tidak tahu harus berkata apa. Sangat sulit mengendarai mobil ini, menjaga mobil tetap di lintasan. Saya sudah mencoba segalanya untuk mendapatkan apa pun dari mobil ini, tetapi untuk saat ini, ini satu-satunya hal yang mungkin,” ujarnya.
Leclerc menambahkan ia mencoba melakukan reset untuk Sprint. Namun “itu tidak berhasil” setelah ia kehilangan empat posisi dan beberapa kali melebar keluar lintasan.
“Saya harap semuanya berjalan lebih baik besok, tetapi tidak ada yang saya rasakan dari mobil ini yang membuat saya berpikir akan lebih baik. Saya hanya akan berusaha memaksimalkan apa pun yang mungkin. Dengan Safety Car, semoga saja kami sedikit beruntung, itu mungkin satu-satunya harapan saya,” ujar Leclerc. (Formula 1/Z-2)
Tim Formula 1 Red Bull mengatakan mereka "sangat menyesalkan" komentar yang dibuat di GP Qatar yang menyebabkan pembalap Mercedes Kimi Antonelli menerima ancaman pembunuhan.
Keberhasilan Max Verstappen menjadi juara GP Qatar menyebabkan penentuan juara dunia Formula 1 musim ini harus berlanjut hingga seri terakhir, GP Abu Dhabi, 7 Desember mendatang.
Max Verstappen mengungkapkan Red Bull masih mengalami masalah bouncing dan understeer di GP Qatar. Meski hanya start dari P3, ia tetap optimistis.
Oscar Piastri memangkas jarak poin dengan Lando Norris setelah memenangi sprint F1 GP Qatar.
Verstappen saat ini masih tertinggal 24 poin dari Norris.
Arthur Leclerc akan membawa mobil Ferrari SF-25 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi menggantikan posisi Lewis Hamilton.
Charles Leclerc tampil begitu kesulitan sepanjang kualifikasi dan harus menempati posisi kesembilan. Sementara rekan setimnya Lewis Hamilton harus puas berada di posisi buncit.
Max Verstappen dari Red Bull tetap tenang meski Virtual Safety Car di akhir lomba menggagalkan peluangnya merebut posisi kedua dari Leclerc.
Max Verstappen mengaku menghadapi akhir pekan yang berat di GP Meksiko 2025 setelah hanya mampu start dari posisi kelima.
Lewis Hamilton menilai posisi ketiga di kualifikasi GP Meksiko 2025 adalah tempat ideal untuk memperebutkan kemenangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved