Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAPAN Formula 1 (F1) musim 2026 diprediksi akan menghadirkan drama dan kekacauan menyusul penerapan regulasi teknis serta mesin yang drastis. Pembalap andalan Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, mengakui bahwa mobil generasi terbaru ini menuntut beban kerja mental yang jauh lebih tinggi bagi pembalap, meski di sisi lain ia menikmati bobot mobil yang kini lebih ringan dan lincah.
Perubahan regulasi pada sasis dan unit daya memaksa para jet darat beralih ke gaya berkendara lift-and-coast serta penurunan gigi yang agresif demi memanen dan menghemat energi.
Leclerc tak menampik bahwa sensasi berkendara murni (pure driving pleasure) sedikit berkurang dibandingkan era sebelumnya. Baginya, mobil tahun ini bukan yang paling menyenangkan untuk dikemudikan, namun ia menemukan keasyikan tersendiri dalam memecahkan teka-teki teknis yang kompleks.
"Ini bukan mobil yang paling menyenangkan yang pernah saya kendarai, tapi memang begitulah kenyataannya. Saya menemukan kesenangan dengan cara yang berbeda, yaitu melalui tantangan mengembangkan sistem baru ini dan berpikir di luar kebiasaan untuk memaksimalkan performa," ujar Leclerc dikutip dari Motorsport.
Salah satu aspek yang dipuji pembalap asal Monako tersebut adalah pengurangan bobot mobil. Karakter mobil yang lebih enteng membuat bagian belakang kendaraan lebih "hidup" dan sesuai dengan gaya balapnya yang menyukai oversteer.
Namun, keunggulan itu tertutup oleh manajemen energi yang sangat menyita perhatian. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya di mana pembalap bisa terus menyerang, musim 2026 menuntut strategi aktif di setiap putaran. Leclerc menyebut persentase fokus pada teknis mengemudi kini berkurang karena terbagi untuk mengoptimalkan berbagai sistem elektronik di kokpit.
Tantangan terbesar yang menjadi sorotan adalah sulitnya melakukan aksi saling salip (overtaking). Dengan dihapusnya sistem DRS dan digantikan oleh Overtake Mode pada unit daya, upaya melewati lawan kini memiliki "harga" yang sangat mahal dalam hal konsumsi energi.
"Sangat sulit untuk melakukan aksi salip-menyalip. Sekalipun berhasil, sulit untuk langsung menjauh dari kejaran lawan seperti tahun lalu. Ini akan sangat menjebak," tambahnya.
Kekhawatiran juga muncul pada momen start balapan. Penghapusan komponen MGU-H membuat unit daya lebih sulit mencapai jendela operasional yang tepat saat lampu hijau menyala. Leclerc memprediksi akan ada anomali dan kejutan pada seri pembuka nanti.
"Saya memperkirakan akan ada kekacauan. Start adalah salah satu momen paling kritis karena pembalap tidak lagi memiliki kendali penuh atas ritme mereka sendiri di tengah kerumunan. Akan ada banyak hal mengejutkan di awal musim ini," pungkasnya. (H-3)
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Akhir pekan ini pun dipastikan menjadi salah satu penutup musim paling mendebarkan dalam sejarah Formula 1.
Mulai musim 2026, Circuit de Barcelona-Catalunya tidak lagi memegang titel GP Spanyol, menyusul kepindahan status tersebut ke Madrid.
Red Bull Ford Powertrains langsung dinilai sebagai paket mesin terkuat jelang era regulasi 2026 setelah data uji coba pramusim di Bahrain menunjukkan keunggulan performa.
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved