Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Charles Leclerc Ungkap Tantangan Regulasi Baru F1 2026: Lebih Rumit dan Minim Salip-menyalip

Khoerun Nadif Rahmat
18/2/2026 20:40
Charles Leclerc Ungkap Tantangan Regulasi Baru F1 2026: Lebih Rumit dan Minim Salip-menyalip
Pembalap F1, Charles Leclerc.(Dok. AFP/Thompson)

BALAPAN Formula 1 (F1) musim 2026 diprediksi akan menghadirkan drama dan kekacauan menyusul penerapan regulasi teknis serta mesin yang drastis. Pembalap andalan Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, mengakui bahwa mobil generasi terbaru ini menuntut beban kerja mental yang jauh lebih tinggi bagi pembalap, meski di sisi lain ia menikmati bobot mobil yang kini lebih ringan dan lincah.

Perubahan regulasi pada sasis dan unit daya memaksa para jet darat beralih ke gaya berkendara lift-and-coast serta penurunan gigi yang agresif demi memanen dan menghemat energi.

Leclerc tak menampik bahwa sensasi berkendara murni (pure driving pleasure) sedikit berkurang dibandingkan era sebelumnya. Baginya, mobil tahun ini bukan yang paling menyenangkan untuk dikemudikan, namun ia menemukan keasyikan tersendiri dalam memecahkan teka-teki teknis yang kompleks.

"Ini bukan mobil yang paling menyenangkan yang pernah saya kendarai, tapi memang begitulah kenyataannya. Saya menemukan kesenangan dengan cara yang berbeda, yaitu melalui tantangan mengembangkan sistem baru ini dan berpikir di luar kebiasaan untuk memaksimalkan performa," ujar Leclerc dikutip dari Motorsport.

Salah satu aspek yang dipuji pembalap asal Monako tersebut adalah pengurangan bobot mobil. Karakter mobil yang lebih enteng membuat bagian belakang kendaraan lebih "hidup" dan sesuai dengan gaya balapnya yang menyukai oversteer.

Namun, keunggulan itu tertutup oleh manajemen energi yang sangat menyita perhatian. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya di mana pembalap bisa terus menyerang, musim 2026 menuntut strategi aktif di setiap putaran. Leclerc menyebut persentase fokus pada teknis mengemudi kini berkurang karena terbagi untuk mengoptimalkan berbagai sistem elektronik di kokpit.

Tantangan terbesar yang menjadi sorotan adalah sulitnya melakukan aksi saling salip (overtaking). Dengan dihapusnya sistem DRS dan digantikan oleh Overtake Mode pada unit daya, upaya melewati lawan kini memiliki "harga" yang sangat mahal dalam hal konsumsi energi.

"Sangat sulit untuk melakukan aksi salip-menyalip. Sekalipun berhasil, sulit untuk langsung menjauh dari kejaran lawan seperti tahun lalu. Ini akan sangat menjebak," tambahnya.

Kekhawatiran juga muncul pada momen start balapan. Penghapusan komponen MGU-H membuat unit daya lebih sulit mencapai jendela operasional yang tepat saat lampu hijau menyala. Leclerc memprediksi akan ada anomali dan kejutan pada seri pembuka nanti.

"Saya memperkirakan akan ada kekacauan. Start adalah salah satu momen paling kritis karena pembalap tidak lagi memiliki kendali penuh atas ritme mereka sendiri di tengah kerumunan. Akan ada banyak hal mengejutkan di awal musim ini," pungkasnya.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya