Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Max Verstappen Pragmatis Hadapi Jarak Lebar dengan Mercedes di GP Australia

Basuki Eka Purnama
09/3/2026 11:20
Max Verstappen Pragmatis Hadapi Jarak Lebar dengan Mercedes di GP Australia
Pembalap Red Bull Max Verstappen.(AFP/PAUL CROCK)

SERI pembuka Formula 1 (F1) musim 2026 di Sirkuit Grand Prix Melbourne, Australia, Minggu (8/3), menghadirkan tantangan besar bagi tim Red Bull

Pembalap andalan mereka, Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.

Meski terpaut hampir satu menit dari pemegang posisi pole, Verstappen memilih untuk tidak terlalu mengkhawatirkan jarak tersebut. 

Memulai balapan dari barisan belakang grid akibat insiden kecelakaan pada sesi kualifikasi, pembalap asal Belanda ini menilai raihan delapan poin sebagai hasil yang realistis dalam kondisi sulit.

“Saya bisa saja mengkhawatirkannya, tetapi itu tidak akan mengubah apa pun, bukan? Jadi saya tidak terlalu memikirkannya,” ujar Verstappen sebagaimana dikutip dari laman resmi F1.

Baginya, energi tim saat ini lebih baik dialokasikan untuk pengembangan teknis guna mengejar ketertinggalan dari Mercedes yang tampil dominan. 

“Kami hanya bekerja sebagai tim untuk mencoba memperkecil jarak itu dan langkah demi langkah semoga kami bisa lebih kompetitif,” tuturnya menambahkan.

Evaluasi Teknis dan Dominasi Lawan

Balapan di Melbourne menyisakan catatan evaluasi mendalam bagi Red Bull. Verstappen menjadi satu-satunya pembalap tim yang berhasil menyentuh garis finis. 

Rekan setimnya, Isack Hadjar, yang sebenarnya memulai balapan dari posisi menjanjikan di urutan ketiga, terpaksa mundur (DNF) setelah muncul asap dari mobilnya.

Di tengah kendala tersebut, Verstappen tetap mengambil sisi positif dari performa mesinnya saat bersaing dengan tim-tim papan tengah. Ia mengaku banyak mendapatkan data berharga mengenai manajemen komponen mobil di lintasan.

“Tentu saja kami memiliki kecepatan yang cukup jauh lebih baik dibanding tim papan tengah, jadi saya hanya perlu menyalip mereka dengan bersih, dan itu berhasil saya lakukan,” kata Verstappen. 

Ia juga menambahkan, “Saya juga belajar banyak dari pertarungan di lintasan, seperti bagaimana menggunakan baterai dan hal-hal lainnya, jadi itu cukup positif.”

Persaingan Menuju Shanghai

Dominasi Mercedes di seri perdana ini dipertegas dengan keberhasilan mereka mengamankan podium satu-dua. George Russell yang finis terdepan diikuti oleh rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, di posisi kedua. 

Sementara itu, Charles Leclerc dari Ferrari menjadi satu-satunya pembalap di luar Mercedes yang berhasil menembus podium dengan finis di urutan ketiga.

Hasil di Melbourne ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh tim untuk segera berbenah. Persaingan jet darat ini akan segera berlanjut pada seri kedua yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Sirkuit Internasional Shanghai, Tiongkok, pada Minggu (15/3). 

Fokus kini tertuju pada sejauh mana Red Bull mampu memperkecil margin kecepatan mereka sebelum bendera start dikibarkan di Shanghai. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya