Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Max Verstappen Bertahan di Red Bull, Pilih Terjun Langsung dalam Proyek Mesin 2026

Basuki Eka Purnama
22/1/2026 17:29
Max Verstappen Bertahan di Red Bull, Pilih Terjun Langsung dalam Proyek Mesin 2026
Pembalap Red Bull Max Verstappen.(AFP/CLIVE ROSE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA )

TEKA-TEKI mengenai masa depan Max Verstappen di Red Bull Racing akhirnya terjawab. Pembalap asal Belanda tersebut dipastikan bertahan bersama tim pabrikan Austria ini untuk menghadapi musim balap 2026. 

Keputusan tersebut diambil setelah Verstappen diberikan peran strategis yang lebih luas, melampaui tugas utamanya di balik kemudi.

Kepala Tim Red Bull, Laurent Mekies, mengungkapkan bahwa kunci bertahannya sang juara dunia adalah keterlibatannya secara mendalam dalam aspek teknis pengembangan mobil. 

Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.

"Salah satu dari banyak hal yang luar biasa tentang Max adalah dia tidak duduk di luar proyek, menonton apa yang kami lakukan dan menilai apa yang kami lakukan," ujar Mekies seperti dikutip dari laman resmi Formula 1.

Langkah ini dianggap sebagai langkah krusial bagi Red Bull. Pasalnya, musim 2026 akan menjadi babak baru bagi tim ini. 

Setelah sekian lama menjalin kerja sama yang sukses dengan Honda, Red Bull akan beralih menggunakan komponen mesin yang dikembangkan bersama pabrikan asal Amerika Serikat, Ford. Tidak hanya itu, tim juga sedang fokus mengembangkan unit daya listrik (power unit) secara mandiri.

Mekies menekankan bahwa Verstappen sangat memahami beban kerja dan risiko yang diambil tim dengan transisi mesin tersebut. 

"Dia sadar akan skala tantangan. Dia hidup dan bernapas olahraga motor," tambah Mekies yang bergabung dengan struktur kepemimpinan Red Bull pada pertengahan musim 2025 tersebut.

Sebelum komitmen ini diumumkan, masa depan pembalap berusia 28 tahun itu sempat menjadi spekulasi hangat di paddock. 

Mercedes dikabarkan sangat tertarik untuk memboyong Verstappen dan menjadikannya figur sentral dalam proyek pengembangan mereka. 

Ketertarikan tim rival tersebut sempat memicu rumor bahwa Verstappen akan segera meninggalkan "rumah" yang telah membawanya merengkuh gelar juara dunia empat kali.

Namun, tantangan teknis dalam proyek Red Bull-Ford rupanya lebih memikat nyali sang pembalap. Dengan memutuskan bertahan, Verstappen tidak hanya mengincar gelar juara di lintasan, tetapi juga mempertaruhkan reputasinya sebagai pengembang teknis dalam proyek ambisius power unit mandiri Red Bull. 

Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi kepindahannya dan mempertegas loyalitasnya dalam jangka panjang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya