Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia empat kali, Max Verstappen, memiliki pandangan tegas jika suatu saat dirinya menjabat sebagai bos tim Formula 1 (F1). Alih-alih membiarkan dua pembalap bertarung bebas, Verstappen lebih memilih menetapkan hierarki yang jelas, nomor satu dan nomor dua.
Pernyataan ini muncul berkaca dari pengalamannya pada musim 2025 yang penuh gejolak. Saat Red Bull Racing bergelut dengan krisis kursi kedua, mulai dari Liam Lawson yang digantikan Yuki Tsunoda, hingga promosi Isack Hadjar untuk musim 2026, Verstappen praktis berjuang sendirian di barisan depan melawan duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri.
Namun, alih-alih merasa dirugikan karena tidak memiliki rekan setim yang mampu mengawal di depan, Verstappen justru melihat hal tersebut sebagai keuntungan strategis.
"Ketika Anda berjuang sendirian, Anda bisa tampil menyerang dan jauh lebih agresif. Saya selalu lebih menyukai itu," ujar Verstappen dikutip dari Motorsport.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut. Rivalitas internal di McLaren membuat kedua pembalapnya saling mencuri poin, yang pada akhirnya memuluskan jalan Verstappen dalam perburuan gelar juara.
"Jika saya adalah bos tim, saya akan selalu menetapkan nomor satu dan nomor dua yang jelas," tegas Verstappen.
Ia menjelaskan bahwa peran pembalap nomor dua tetap krusial untuk mengamankan poin di klasemen konstruktor. Namun, kejelasan status di dalam tim akan menghindarkan kerancuan strategi yang sering kali merugikan kepentingan tim secara keseluruhan.
"Karena memiliki dua pembalap (yang setara), McLaren kehilangan beberapa momentum dalam strategi mereka. Tentu saja, kami memetik keuntungan dari situasi tersebut," pungkasnya. (H-2)
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Pembalap McLaren, Lando Norris, dipastikan akan menggunakan nomor 1 pada jet daratnya di ajang Formula 1 musim depan.
Lando Norris menyatakan keyakinannya bahwa Oscar Piastri, yang menjadi rival terberatnya sepanjang musim, akan mengikuti jejaknya dan merebut gelar juara dunia suatu saat nanti.
Keputusan Lando Norris itu mengikuti jejak para juara dunia sebelumnya yang memilih untuk menyandang nomor tertinggi tersebut sebagai lambang pengakuan atas dominasi mereka.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved