Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN regulasi besar-besaran dalam sejarah Formula 1 (F1) resmi diberlakukan, mencakup perombakan pada sasis, mesin hibrida, ban, hingga bahan bakar. Namun, pembaruan ini memicu perpecahan sudut pandang di antara para pembalap papan atas.
Di saat Lewis Hamilton merasa mobil generasi baru ini lebih menyenangkan, Max Verstappen dan Fernando Alonso justru melontarkan kritik tajam.
Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, justru melihat berkurangnya downforce (gaya tekan ke bawah) sebagai tantangan positif.
Berbeda dengan pandangan rekan-rekannya, Hamilton menilai karakteristik mobil saat ini memberikan ruang lebih bagi pembalap untuk melakukan koreksi saat terjadi kesalahan di lintasan.
"Kami hanya memiliki downforce yang lebih sedikit," ujar Hamilton. "Namun, Anda masih harus menemukan grip-nya. Masih banyak elemen yang sepenuhnya berada di bawah kendali kami. Jadi, ini terasa berbeda dan baru, dan saya masih menganggapnya cukup menyenangkan."
Hamilton menambahkan bahwa mobil saat ini lebih mudah dikendalikan dibandingkan musim-musim sebelumnya yang dianggap terlalu agresif.
"Mobil-mobil ini lebih menyenangkan untuk dikendarai. Mereka lebih mudah dikoreksi. Jadi, Anda bisa merasakan snap (guncangan mendadak) namun tetap bisa menjaganya tetap di lintasan. Mobil tahun sebelumnya sedikit terlalu berada di ambang batas," tuturnya.
Kontras dengan Hamilton, juara bertahan Max Verstappen tidak menyembunyikan kekecewaannya, terutama terkait performa mesin hibrida baru yang menuntut manajemen energi yang sangat ketat.
Verstappen bahkan menyindir mobil baru ini dengan sebutan "Formula E versi steroid" dan merasa kehilangan jati diri F1.
"Anda sedang memperebutkan grip. Anda berada di batas kemampuan dari apa yang Anda miliki, itu pasti. Hanya saja, (grip) itu tidak sebanyak sekarang," kata Verstappen.
Ia juga mengeluhkan sulitnya mengelola kombinasi pengereman dan tikungan pada mobil saat ini. "Apalagi dengan aspal yang sangat agresif, Anda tidak mendapatkan banyak combined grip saat ini. Sedikit sulit untuk dikelola."
Senada dengan Verstappen, pembalap veteran Fernando Alonso menilai regulasi baru ini justru mengikis peran keterampilan individu pembalap.
Menurutnya, kecepatan di tikungan kini lebih ditentukan oleh strategi penghematan energi demi mengejar kecepatan di lintasan lurus.
"Dari sudut pandang pembalap, keterampilan menjadi kurang penting karena Anda hanya bisa melaju secepat pilihan energi yang Anda buat sebelum tikungan tersebut. Jadi, ini adalah Formula 1 yang berbeda," jelas Alonso.
Ia mencontohkan di Tikungan 12 Bahrain atau beberapa tikungan di Barcelona, pembalap terpaksa melambat di tikungan demi menyimpan energi untuk trek lurus.
"Di tikungan kecepatan tinggi, menurut saya ini kurang menantang. Tidak ada salahnya mengatakan hal itu," tambah Alonso.
Hingga saat ini, Hamilton sendiri mengaku belum memiliki gambaran jelas mengenai dampak jangka panjang regulasi ini terhadap kualitas balapan secara keseluruhan.
"Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi lebih baik," tutupnya. (bbc/Z-1)
Max Verstappen, secara terbuka menyatakan harapannya Red Bull bisa tampil lebih kompetitif demi menandingi dominasi Mercedes di Formula 1 musim ini.
Di GP Australia, Minggu (8/3), duo pebalap Mercedes tampil tanpa cela. George Russell dan Kimi Antonelli finis satu-dua.
Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam GP Australia dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.
Menurut George Russell, perdebatan mengenai kenyamanan mobil merupakan pola lama yang selalu berulang setiap kali ada transisi regulasi.
Tim Mercedes memulai musim balap Formula 1 dengan catatan impresif setelah mengamankan posisi podium satu-dua pada balapan utama GP Australia, Minggu (8/3).
Lando Norris menambahkan bahwa evaluasi mendalam akan difokuskan pada pengembangan sasis dan aerodinamika mobil secara keseluruhan.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Lando Norris resmi mengamankan gelar Juara Dunia Formula 1 perdananya di GP Abu Dhabi. Para rival seperti Verstappen, Hamilton, Russell, Sainz hingga Piastri memberi selamat.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi pengereman sangat sulit dikendalikan dan menyebabkannya dalam kondisi yang sering kehilangan kendali di GP Las Vegas.
Rumor mengenai masa depan Hamilton mulai mencuat setelah penampilan mengecewakan di GP Meksiko bulan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved