Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Hamilton Bantah Isu akan Hengkang dari Ferrari

Khoerun Nadif Rahmat
07/11/2025 14:50
Hamilton Bantah Isu akan Hengkang dari Ferrari
Lewis Hamilton.(AFP/ANDREJ ISAKOVIC)

LEWIS Hamilton menepis spekulasi bahwa dirinya akan meninggalkan Ferrari lebih awal menyusul musim 2025 yang mengecewakan setelah hengkang dari Mercedes.

Juara dunia tujuh kali itu kini mencatat rekor yang tidak diinginkan setelah gagal naik podium dalam 20 balapan beruntun, rentetan terpanjang dalam sejarah Ferrari. Hamilton berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 146 poin, tertinggal 64 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc.

Rumor mengenai masa depannya mulai mencuat setelah penampilan mengecewakan di Grand Prix Meksiko bulan lalu. Saat itu, Hamilton terkena penalti 10 detik yang dinilai terlalu keras. 

Isu kemudian berkembang bahwa ia bisa digantikan oleh pembalap muda Inggris berusia 20 tahun, Oliver Bearman, yang merupakan pembalap binaan Ferrari dan kini memperkuat Haas.

Bearman, yang finis keempat di Meksiko dan tampil impresif di musim debutnya, juga membantah rumor tersebut dengan menyebutnya tidak realistis.

Menanggapi isu yang beredar, Hamilton menegaskan masih memiliki kontrak panjang bersama Ferrari. 

“Saya memiliki kontrak yang cukup panjang. Biasanya, ketika membuat kontrak, pembicaraan baru dimulai satu tahun sebelumnya. Dan saat ini saya masih jauh dari hal itu,” ujar Hamilton dikutip dari AFP.

Musim Hamilton bersama Ferrari berjalan penuh naik turun. Ia belum sekalipun meraih podium, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam 19 tahun kariernya di Formula 1, serta terus mendorong perubahan dalam sistem kerja tim.

Spekulasi mengenai masa depan Hamilton juga diperkuat dengan ketidakpastian posisi kepala tim Fred Vasseur dan kepergian mantan insinyur performanya di Ferrari, Riccardo Corte.

Di luar isu kontrak, Hamilton juga menyoroti perlunya Federasi Otomotif Internasional (FIA) memperbaiki sistem pemberian penalti setelah sejumlah insiden kontroversial di Meksiko. 

Hamilton menjadi satu-satunya pembalap yang dihukum meski beberapa pembalap lain juga memotong jalur lintasan.

“Saya pikir ini bagian dari masalah besar terkait transparansi dan akuntabilitas, serta keputusan yang terlalu tertutup di balik layar,” ucap Hamilton.

“Itu hal yang harus diperbaiki. Saya tidak tahu apakah mereka sadar bahwa keputusan mereka bisa memengaruhi karier pembalap dan menentukan kejuaraan, seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Perlu ada pembenahan,” tambahnya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya