Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Max Verstappen Desak Red Bull Segera Pangkas Jarak dengan Mercedes

Basuki Eka Purnama
10/3/2026 07:28
Max Verstappen Desak Red Bull Segera Pangkas Jarak dengan Mercedes
Pembalap Red Bull Max Verstappen(AFP/PAUL CROCK )

SERI pembuka Formula 1 musim 2026 di Australia menjadi alarm bagi tim Red Bull Racing. Pembalap andalan mereka, Max Verstappen, secara terbuka menyatakan harapannya agar tim asal Austria tersebut bisa tampil lebih kompetitif demi menandingi dominasi Mercedes yang tampak begitu kuat di awal musim baru ini.

Verstappen menegaskan bahwa kunci keberhasilan musim ini terletak pada kerja keras kolektif untuk memperbaiki performa mobil secara bertahap. Fokus utamanya adalah menutup celah kecepatan yang saat ini masih memisahkan mereka dengan tim perak (Silver Arrows).

“Kami harus bekerja sebagai sebuah tim untuk terus mencoba dan memperkecil jarak selangkah demi selangkah, semoga kami bisa lebih kompetitif lagi,” ujar Verstappen, dikutip dari laman resmi Formula 1, Senin (9/3).

Comeback Luar Biasa di Albert Park

Meski merasa mobilnya masih butuh banyak perbaikan, pembalap yang telah mengoleksi empat gelar juara dunia tersebut sebenarnya menunjukkan performa yang sangat impresif di Melbourne Grand Prix Circuit, Minggu. Verstappen terpaksa memulai balapan dari posisi paling belakang, yakni urutan ke-20.

Namun, kelas seorang juara dunia tidak bisa bohong. Melalui serangkaian aksi salip-menyalip yang taktis, pria asal Belanda ini berhasil menerobos barisan hingga menyentuh garis finis di urutan keenam. Hasil ini dianggap cukup mengesankan mengingat posisi start yang sangat merugikan.

Walau mampu membawa pulang poin krusial bagi tim, Verstappen tetap bersikap realistis. Ia menilai bahwa saat ini masih banyak aspek teknis yang harus dibenahi oleh Red Bull jika ingin kembali ke jalur kemenangan.

Tantangan Regulasi Baru

Salah satu fokus utama Verstappen dalam evaluasi pasca-balapan adalah adaptasi terhadap regulasi teknis terbaru yang mulai diberlakukan musim ini. Ia menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai sistem manajemen energi, khususnya pada penggunaan unit baterai yang kini menjadi faktor penentu performa.

Bagi Verstappen, pengalaman di GP Australia memberikan data berharga untuk pengembangan mobil ke depan. 

"Saya belajar banyak di balapan dan bagaimana menggunakan baterai dan itu adalah salah satu hal yang positif," ungkapnya.

Seri perdana di Melbourne sendiri menjadi panggung bagi pembalap Mercedes, George Russell. Russell tampil sangat dominan sejak sesi kualifikasi hingga akhirnya naik ke podium tertinggi.

Kini, perhatian Verstappen dan Red Bull langsung beralih ke seri berikutnya di GP Tiongkok. 

Persaingan di 'Negeri Tirai Bambu' tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13-15 Maret mendatang, di mana Red Bull diharapkan mampu memberikan perlawanan yang lebih sengit kepada Mercedes. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya