Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ferrari Charles Leclerc mengaku lega setelah finis di posisi kedua dalam GP Meksiko. Ia berterima kasih atas intervensi Safety Car pada lap-lap akhir yang disebutnya telah “menyelamatkan” podium ketujuhnya musim ini.
“Saya sangat senang dengan akhir pekan ini dan bahagia bisa kembali naik ke podium luar biasa ini. Tapi saya juga sangat lega melihat Safety Car di akhir lomba,” ujar Leclerc dikutip dari AFP.
“Ban saya benar-benar sudah habis dan saya melihat Max mulai mendekat dengan ban yang lebih lunak, jadi situasinya sangat sulit. Safety Car benar-benar menyelamatkan saya. Itu bagian paling menegangkan dari balapan,” imbuhnya.
Leclerc juga menyinggung momen start yang menurutnya berlangsung kacau. “Start-nya juga gila. Di sisi dalam ada Lewis (Hamilton), saya rasa dia tidak menyangka itu, dan di luar ada Max. Kami sempat sedikit bersenggolan,” ucapnya.
“Saya harus melaju lurus dan sempat berpikir balapan saya dan Lewis akan berakhir di sana. Tapi Lewis mencoba mengambil peluang, dan saya akan melakukan hal yang sama jika berada di posisinya. Itu hal yang wajar,” lanjut Leclerc.
Sementara itu, juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton yang start dari posisi ketiga harus puas finis kedelapan setelah mendapat penalti 10 detik karena dianggap mendapat keuntungan dengan keluar lintasan.
“Start-nya menyenangkan, tapi hasil akhirnya tidak sesuai harapan. Begitulah dunia balap. Setidaknya saya masih mendapat beberapa poin,” ujar Hamilton.
Adapun Max Verstappen dari Red Bull tetap tenang meski Virtual Safety Car di akhir lomba menggagalkan peluangnya merebut posisi kedua dari Leclerc.
“Awal balapan sangat kacau bagi saya. Saya harus melaju di atas kerb, hampir keluar lintasan, dan banyak hal terjadi. Semua di sekitar saya memakai ban lunak sementara saya pakai ban medium, jadi saya hanya bertahan di stint pertama," kata Verstappen.
“Setelah kami pasang ban lunak, mobil jadi lebih kompetitif. Soal Safety Car, kadang menguntungkan, kadang merugikan. Kali ini tidak berpihak pada kami,” imbuhnya. (I-3)
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Akhir pekan ini pun dipastikan menjadi salah satu penutup musim paling mendebarkan dalam sejarah Formula 1.
Verstappen saat ini masih tertinggal 24 poin dari Norris.
Arthur Leclerc akan membawa mobil Ferrari SF-25 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi menggantikan posisi Lewis Hamilton.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Charles Leclerc tampil begitu kesulitan sepanjang kualifikasi dan harus menempati posisi kesembilan. Sementara rekan setimnya Lewis Hamilton harus puas berada di posisi buncit.
Max Verstappen mengaku menghadapi akhir pekan yang berat di GP Meksiko 2025 setelah hanya mampu start dari posisi kelima.
Lewis Hamilton menilai posisi ketiga di kualifikasi GP Meksiko 2025 adalah tempat ideal untuk memperebutkan kemenangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved