Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MAX Verstappen mengaku tidak menyangka mampu finis di podium pada Grand Prix Meksiko, Senin (27/10), setelah mengalami kesulitan dalam sesi kualifikasi.
Pembalap Red Bull itu pun tidak terlalu kecewa ketika virtual safety car di akhir balapan menggagalkan peluangnya untuk naik ke posisi kedua.
Kemenangan diraih pembalap McLaren, Lando Norris, yang kini unggul satu poin dari rekan setimnya, Oscar Piastri, di puncak klasemen sementara. Verstappen yang finis ketiga berhasil memangkas jarak di papan klasemen dari 40 menjadi 36 poin.
Empat kali juara dunia asal Belanda itu memulai balapan dari posisi kelima setelah mengeluhkan kurangnya cengkeraman pada sesi kualifikasi Sabtu.
Namun, ia mampu menuntaskan lomba kurang dari satu detik di belakang pembalap Ferrari, Charles Leclerc, yang mulai kesulitan menjaga kondisi ban di penghujung lomba.
Virtual safety car yang muncul pada lap terakhir, setelah Carlos Sainz kehilangan kendali dan mobil Williams-nya mengeluarkan asap, menjadi penyelamat bagi Leclerc.
“Terkadang safety car bekerja untuk Anda, terkadang melawan Anda,” ujar Verstappen dikutip dari CNA.
“Seandainya tidak ada itu, mungkin akan jadi akhir yang lebih seru, mungkin lebih menyenangkan bagi saya daripada bagi Charles yang harus bertahan, tapi tetap akan jadi tontonan menarik bagi semua orang.”
Verstappen menjalani stint pertama yang panjang dengan ban medium sebelum beralih ke ban lunak, sementara para pesaingnya lebih dulu masuk pit.
Strategi itu terbukti efektif setelah ia berhasil menyalip Lewis Hamilton pada lap ke-47, kemudian naik ke posisi ketiga ketika beberapa pembalap seperti George Russell, Piastri, dan Oliver Bearman melakukan pit stop kedua.
“Secara pribadi, saya tidak menyangka bisa naik podium,” kata Verstappen.
“Bahkan di stint pertama rasanya kami cukup lambat dan kesulitan dengan ban. Setelah memakai ban lunak, performa kami lebih baik dan saya merasa lebih nyaman.” (I-3)
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Akhir pekan ini pun dipastikan menjadi salah satu penutup musim paling mendebarkan dalam sejarah Formula 1.
Verstappen saat ini masih tertinggal 24 poin dari Norris.
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved