Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Perang As-Israel Vs Iran Meluas, FIA Pertimbangkan Pembatalan Balapan F1 di Timur Tengah

Khoerun Nadif Rahmat
03/3/2026 17:13
Perang As-Israel Vs Iran Meluas, FIA Pertimbangkan Pembatalan Balapan F1 di Timur Tengah
PRESIDEN Federasi Otomotif Internasional (FIA), Mohammed Ben Sulayem.(Dok. AFP/Cacace)

PRESIDEN Federasi Otomotif Internasional (FIA), Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa faktor keselamatan dan kesejahteraan akan menjadi penentu utama dalam pengambilan keputusan terkait penyelenggaraan balapan Formula 1 (F1) di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu muncul menyusul eskalasi konflik Timur Tengah, yakni perang AS-Israel vs Iran yang mulai berdampak luas pada agenda olahraga otomotif dunia.

Kondisi keamanan di wilayah tersebut memburuk setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke Iran, yang kemudian memicu aksi balasan ke beberapa negara tetangga.

Ketegangan itu mengakibatkan kekacauan jadwal penerbangan akibat penutupan bandara dan ruang udara di sebagian besar wilayah Timur Tengah. Kekacauan logistik ini turut menghambat perjalanan personel paddock yang tengah menuju seri pembuka musim F1 2026 di Australia Terbuka.

Kendati demikian, penyelenggara Grand Prix Australia memastikan bahwa kargo F1 telah tiba di Melbourne dan seluruh personel akan diangkut menggunakan penerbangan sewa khusus.

Selain Formula 1 yang dijadwalkan menyambangi Bahrain dan Arab Saudi pada medio April mendatang, ketidakpastian juga membayangi ajang FIA World Endurance Championship (WEC).

Seluruh kegiatan olahraga di Qatar saat ini telah ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut menyusul adanya serangan di negara tersebut, padahal Qatar dijadwalkan menjadi tuan rumah seri pembuka WEC bulan ini.

Dalam pernyataan resminya, Ben Sulayem menyampaikan rasa simpati terdalam bagi mereka yang terdampak oleh krisis keamanan ini.

Ia memastikan FIA terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara saksama dan bertanggung jawab demi keamanan seluruh pihak yang terlibat.

“Sebagai Presiden FIA, pikiran saya bersama mereka yang terdampak oleh peristiwa baru-baru ini di Timur Tengah,” tulisnya dikutip dari Crash

“Kami sangat sedih atas hilangnya nyawa dan mendukung keluarga serta komunitas yang terkena dampaknya. Di saat ketidakpastian ini, kami berharap adanya ketenangan dan kembalinya stabilitas dengan cepat. Dialog dan perlindungan warga sipil harus tetap menjadi prioritas.”

Ben Sulayem menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan klub anggota, promotor kejuaraan, serta tim balap untuk menilai kelayakan acara mendatang.

Keputusan final mengenai nasib balapan di Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi akan murni berpijak pada standar keamanan.

“Keselamatan dan kesejahteraan akan memandu keputusan kami saat kami mengevaluasi acara mendatang yang dijadwalkan untuk Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA dan Kejuaraan Dunia Formula 1 FIA. Organisasi kami dibangun di atas persatuan dan tujuan bersama. Persatuan itu kini menjadi lebih penting dari sebelumnya,” pungkas Ben Sulayem. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya