Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSAINGAN perebutan titel juara dunia Formula 1 memasuki fase krusial saat GP Qatar digelar di Sirkuit Lusail, Minggu (30/11).
Max Verstappen membidik kemenangan ketiga beruntun di Qatar, tetapi justru Lando Norris yang lebih diunggulkan menuju podium utama sekaligus gelar juara dunia pertamanya.
Verstappen masih tertinggal 24 poin dari Norris, sementara musim hanya menyisakan dua seri. Situasi itu membuat manuver sang juara dunia tiga kali berada di ujung tanduk, namun ia tetap mengusung optimisme berbekal pengalaman dan mentalitas juara.
Norris tiba di Qatar dengan status kandidat terkuat. Pembalap McLaren berusia 26 tahun itu hanya butuh menjaga konsistensi dan finis setidaknya dua poin lebih baik dari Verstappen untuk memastikan gelar lebih cepat.
Jika skenario ideal tercapai, ia menjadi pembalap Inggris pertama yang juara dunia sejak era Lewis Hamilton, sekaligus membuka peluang McLaren mengulang kejayaan ganda pembalap dan konstruktor sejak 1998.
Sementara itu, Oscar Piastri masih memiliki kesempatan matematis, meski performanya menunjukkan penurunan dalam beberapa seri terakhir. Situasi semakin menarik setelah ia dan Norris didiskualifikasi dari hasil GP Las Vegas pekan lalu.
Margin poin yang relatif aman memberi ruang bagi Norris mengatur ritme, termasuk bermain lebih konservatif pada sprint Sabtu dan balapan utama di bawah sorotan lampu Lusail.
Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, kembali menegaskan komitmen tim menjaga perlakuan adil bagi dua pembalapnya sampai peluang benar-benar tertutup. Ia menegaskan tak akan ada instruksi khusus mendukung salah satu pembalap.
“Kami tidak akan menutup pintu kecuali ditutup oleh matematika,” ujar Stella dikutip dari AFP.
Stella memiliki rekam pengalaman dalam perebutan gelar ketat. Ia pernah menjadi insinyur lomba Kimi Raikkonen ketika merebut titel 2007 bersama Ferrari, menyalip dua pembalap McLaren, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, meski tertinggal 17 poin dengan dua balapan tersisa.
Ia juga mendampingi Alonso pada 2010 ketika gelar lepas di seri terakhir dan Sebastian Vettel mengambil titel bagi Red Bull dengan defisit 15 poin di awal pekan lomba.
Dengan pengalaman itu, Stella menilai peluang Piastri belum tertutup sepenuhnya. Kembalinya balapan ke lintasan cepat seperti Lusail dan karakteristik teknis yang menuntut kemampuan adaptasi berpotensi mengangkat kembali performanya.
Sirkuit Lusail akan menampilkan tantangan ekstra setelah Pirelli mewajibkan minimal dua pit-stop akibat tingkat keausan ban yang tinggi. Setiap set ban hanya diperbolehkan digunakan maksimal 25 lap, membuka ruang strategi yang bisa mengundang kejutan dari tim seperti Mercedes atau Ferrari.
Situasi teknis itu bisa memicu duel ketat hingga seri pamungkas di Abu Dhabi, yang berpotensi menjadi pertarungan ‘winner takes all’ antara dua atau bahkan tiga kandidat.
Jika Verstappen mampu menjaga momentum yang telah memangkas 104 poin sejak awal September, tekanan terhadap McLaren diprediksi semakin kuat, dan membuat akhir musim semakin dramatis. (I-3)
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Akhir pekan ini pun dipastikan menjadi salah satu penutup musim paling mendebarkan dalam sejarah Formula 1.
Pembalap McLaren, Lando Norris, dipastikan akan menggunakan nomor 1 pada jet daratnya di ajang Formula 1 musim depan.
Lando Norris menyatakan keyakinannya bahwa Oscar Piastri, yang menjadi rival terberatnya sepanjang musim, akan mengikuti jejaknya dan merebut gelar juara dunia suatu saat nanti.
Keputusan Lando Norris itu mengikuti jejak para juara dunia sebelumnya yang memilih untuk menyandang nomor tertinggi tersebut sebagai lambang pengakuan atas dominasi mereka.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved