Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran periode 2012-2016, Dian Wirengjurit, menyoroti distorsi narasi global terkait ketegangan antara Iran dan Israel. Dalam Forum Diskusi Denpasar 12, ia menilai tudingan bahwa Iran merupakan ancaman eksistensial bagi Israel perlu dilihat secara lebih jernih dan kontekstual.
Menurut Dian, narasi yang berkembang di Barat sering kali dipelintir dan tidak mencerminkan realitas sosiopolitik yang sebenarnya di Teheran. Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah interpretasi pidato mantan Presiden Ahmadinejad yang sering dijadikan alat propaganda.
Dian menjelaskan bahwa pernyataan Ahmadinejad pada 2008 dan 2015 yang sering diterjemahkan sebagai "menghapus Israel dari peta" memiliki nuansa makna yang berbeda dalam bahasa Persia. Secara harfiah, frasa tersebut merujuk pada penggantian rezim atau pemerintahan, bukan pemusnahan fisik sebuah negara atau bangsa.
"Kalau mau jujur tanyakan kepada mereka yang mengerti nuansa frasa Iran yang diucapkan Ahmadinejad. Sebenarnya secara harfiah berarti memusnahkan pemerintahan, artinya bukan secara fisik menghilangkan dari bumi tapi lebih kepada menyingkirkan pemerintahan zionis," tegas Dian dalam diskusi bertajuk Nuklir atau Pergantian Rezim? Perang Iran dan Pengaruhnya bagi Indonesia dan Dunia, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan bahwa Iran menghormati keberadaan komunitas Yahudi. Sejak era monarki Shah hingga pasca-Revolusi 1979, komunitas Yahudi di Iran tetap memiliki hak politik dan keterwakilan di parlemen. "Saat ini saja, satu orang Yahudi menjadi anggota DPR parlemen dan tetap dipertahankan sesuai undang-undang dasarnya," imbuhnya.
Terkait polemik nuklir, Dian menegaskan bahwa kepemilikan teknologi nuklir untuk tujuan damai diizinkan dalam kerangka perjanjian internasional. Sebagai anggota Non-Proliferasi, Iran memiliki hak yang sama dengan negara lain, termasuk Indonesia, untuk memanfaatkan nuklir bagi riset, medis, dan energi.
"Isu kedua program nuklir, program nuklir bukan haram, bukan barang tabu. Itu diizinkan bagi setiap negara anggota Non-Proliferasi. Apakah dengan sendirinya membuat senjata? Kita (Indonesia) juga punya laboratorium nuklir untuk riset," jelasnya.
Dian merujuk pada laporan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang menyatakan tidak ditemukan uranium yang diperkaya melebihi batas untuk pembuatan senjata. Menurutnya, hasil pengayaan uranium Iran sejauh ini masih dalam koridor kebutuhan medis dan pertanian.
Lebih lanjut, Dian menilai bahwa justru Iran yang menghadapi tekanan geopolitik besar karena terkucil di tengah dominasi mazhab dan aliansi politik yang berbeda di kawasan Timur Tengah. Ia juga menyentil sikap dunia internasional terhadap situasi di Gaza.
"Ketika warga Gaza dibunuh secara biadab, apakah ada negara-negara Islam atau Arab yang membantu? Mereka membiarkan pembantaian oleh Israel. Negara Arab Teluk justru membela Israel dan membantu Amerika. Dari sini terlihat siapa yang sebenarnya menghadapi ancaman eksistensial," pungkasnya.
Narasi ancaman Iran terhadap Israel sering kali digunakan sebagai alat geopolitik untuk mempertahankan pengaruh Barat di Timur Tengah, meskipun fakta di lapangan menunjukkan adanya keterbukaan politik Iran terhadap komunitas Yahudi dan kepatuhan terhadap protokol nuklir sipil. (H-3)
IRAN membolehkan kapal transit yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) atau Israel melintasi Selat Hormuz dinilai menjadi peluang bagi Indonesia menurut Indef
Pakistan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi perundingan antara AS dan Iran demi mencapai penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, jika kedua pihak menghendaki.
PERANG Iran Amerika Serikat, dan Israel berdampak pada krisis energi global termasuk Indonesia. Namun, krisis energi tidak selalu berbentuk kelangkaan bahan bakar minyak (BBM)
FASILITAS gas di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan selama perang Iran Amerika Serikat dan Israel, di tengah perubahan sikap Presiden AS Donald Trump
PEMERINTAH Jepang menegaskan akan mengerahkan seluruh upaya diplomatik bersama komunitas internasional untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik yang meningkat.
EKSKALASI perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, Selasa (24/3).
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved