Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

WHO Peringatkan Ancaman "Hujan Hitam" dan Risiko Kesehatan Serius di Iran

Thalatie K Yani
11/3/2026 05:16
WHO Peringatkan Ancaman
Asap hitam yang keluar dari Kilang minyak(AFP)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan serius terkait fenomena "hujan hitam" atau curah hujan yang terkontaminasi di Iran. Fenomena ini merupakan dampak langsung dari polusi masif akibat serangan udara yang menghantam berbagai fasilitas minyak di negara tersebut.

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menyatakan serangan terhadap fasilitas minyak telah "memicu kebakaran dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas udara." Salah satu titik terdampak parah adalah depot minyak Shahran di Teheran, yang mengirimkan kepulan asap hitam tebal ke atmosfer dan memaksa otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah.

Mekanisme Hujan Asam yang Berbahaya

Secara teknis, hujan kontaminasi terjadi ketika presipitasi bercampur dengan polutan di udara. Air hujan dapat berubah menjadi asam saat bereaksi dengan gas seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang dilepaskan dari kebakaran minyak.

"Hujan hitam dan hujan asam yang menyertainya memang merupakan bahaya bagi penduduk," ujar Lindmeier mempertegas situasi tersebut.

Dampak kesehatan yang mengintai tidak main-main. Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran memperingatkan adanya risiko "luka bakar kimia pada kulit dan kerusakan paru-paru yang serius" akibat curah hujan yang sangat asam pasca ledakan di depot minyak Shahran. Mereka mendesak masyarakat untuk tetap berlindung di dalam ruangan selama dan setelah hujan turun.

Dampak Lingkungan dan Regional

Keprihatinan serupa disampaikan oleh Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk. Ia menyoroti dampak jangka panjang yang harus ditanggung oleh warga sipil.

“Saya sangat khawatir dengan konsekuensi kesehatan dan lingkungan yang akan diderita masyarakat akibat kebakaran minyak ini, termasuk kontaminasi hujan asam,” ujar Volker Türk pada Selasa waktu setempat.

Kondisi ini kian pelik karena Iran sedang berjuang melawan krisis air yang parah. Warga yang sebelumnya menantikan hujan kini justru terancam, karena hujan asam berpotensi merusak sumber-sumber air yang menjadi tumpuan hidup masyarakat.

Tidak hanya di Iran, serangan terhadap fasilitas minyak juga dilaporkan terjadi di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA). Lindmeier menyebut situasi ini sebagai "kondisi yang berbahaya" karena polusi lintas batas ini dapat memberikan efek jangka panjang bagi kesehatan dan ekosistem di seluruh kawasan regional. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya