Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Negara Teluk Ancam Respons Agresi Iran, Stabilitas Kawasan Dikhawatirkan

Khoerun Nadif Rahmat
03/3/2026 14:47
Negara Teluk Ancam Respons Agresi Iran, Stabilitas Kawasan Dikhawatirkan
Warga Iran.(Al Jazeera)

KETEGANGAN di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru setelah negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah tegas menghadapi serangan Iran

Keenam negara anggota, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait, menegaskan posisi mereka untuk membela kedaulatan wilayah dari ancaman yang terus meningkat.

Sikap kolektif tersebut diputuskan dalam pertemuan darurat tingkat menteri luar negeri GCC yang digelar melalui konferensi video.

Fokus utama pembahasan mencakup dampak kerusakan akibat serangan serta langkah-langkah strategis bersama demi menjaga stabilitas kawasan yang kini berada di ujung tanduk.

Dikutip dari Al Arabiya, pernyataan resmi GCC mengungkapkan bahwa para anggota telah meninjau kerusakan luas akibat serangan pengkhianatan Iran sekaligus merumuskan upaya pemulihan keamanan.

Posisi GCC kali ini tergolong sangat keras dengan membuka ruang bagi tindakan defensif yang lebih agresif.

Dalam keterangan tertulisnya, negara-negara Teluk menegaskan bakal mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela keamanan dan stabilitas mereka serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduknya, termasuk opsi untuk menanggapi agresi.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa kesabaran diplomatik di kawasan mulai menipis seiring dengan meningkatnya intensitas serangan rudal dan drone.

Kekhawatiran akan gangguan pada jalur logistik dan energi dunia juga menjadi poin krusial yang diangkat. GCC mendesak penghentian segera serangan-serangan ini. Paalnya, stabilitas di Teluk bukan sekadar isu regional melainkan pilar fundamental bagi stabilitas ekonomi global.

Gejolak ini merupakan imbas dari kampanye militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran, yang puncaknya menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Aksi saling balas yang melibatkan proksi dan serangan langsung ini dikhawatirkan akan memicu konfrontasi terbuka yang lebih luas di pusat energi dunia tersebut. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya