Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

PBB Terguncang Cecar Israel soal Penyiksaan Tahanan Palestina

Dhika Kusuma Winata
14/11/2025 14:30
PBB Terguncang Cecar Israel soal Penyiksaan Tahanan Palestina
Jenazah Palestina.(Al Jazeera)

ISRAEL di bawah sorotan tajam PBB setelah sederet laporan dugaan penyiksaan terhadap tahanan Palestina mencuat dalam sidang Komite Menentang Penyiksaan yang berlangsung Rabu (12/11) waktu setempat. Sidang itu berlangsung di tengah meningkatnya tudingan pelanggaran Israel.

Rapporteur komite, Peter Vedel Kessing, menegaskan panel PBB sangat terguncang oleh berbagai temuan yang disampaikan melalui laporan alternatif dari berbagai lembaga.

"Komite sangat terkejut dengan gambaran yang kami terima yang tampaknya menunjukkan ada penyiksaan dan perlakuan buruk yang sistematis dan meluas terhadap warga Palestina, termasuk anak-anak," ujarnya.

"Disebutkan bahwa penyiksaan telah menjadi alat kebijakan negara mulai dari penangkapan hingga interogasi dan pemenjaraan," imbuh Kessing.

Komite beranggotakan 10 pakar independen itu bertugas memantau implementasi Konvensi Anti Penyiksaan. Menurut Kessing, laporan yang masuk baik dari badan-badan PBB, organisasi HAM Israel dan Palestina, maupun LSM internasional, menyebut tingkat kekerasan yang terjadi mencapai level yang belum pernah terjadi dan tanpa akuntabilitas.

Terdapat dugaan praktik kekerasqn yang dialami para tahanan Palestina mulai dari pemukulan brutal, termasuk pada area genital, sengatan listrik, pemaksaan dalam posisi menyiksa selama berjam-jam, penahanan dalam kondisi tidak manusiawi, kelaparan, waterboarding, hingga pelecehan seksual, dan ancaman pemerkosaan.

"Banyak dari mereka yang kemudian dibebaskan mengaku mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk lain," tutur Kessing.

PBB pada Juli 2024 juga merilis laporan yang menyebut banyak tahanan Palestina selama perang Gaza ditahan secara rahasia dan menerima perlakuan penyiksaan. Tuduhan sejenis juga diarahkan kepada Hamas terkait perlakuan mereka terhadap sandera di Gaza.

Namun, Israel membantah keras seluruh tudingan itu. Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Daniel Meron, menganggap laporan PBB disinformasi, terutama yang datang dari Komisi Penyelidikan PBB dan Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi di wilayah Palestina, Francesca Albanese.

Kessing menanggapi tegas pelanggaran satu pihak tidak dapat dijadikan pembenaran bagi pihak lain. Ia menyatakan komite juga mengetahui tuduhan penyiksaan oleh Hamas terhadap warga sipil dan tentara Israel.

"Ini tentu sangat mengkhawatirkan dan akan kami bahas dengan Palestina pada sesi mendatang," ujarnya. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik