Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR signifikan datang dari meja perundingan perdamaian Palestina. Pasukan Indonesia dijadwalkan akan segera dikerahkan ke wilayah Jalur Gaza mulai awal April 2026. Berdasarkan keterangan mediator Amerika Serikat (AS), kontingen RI akan memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas di wilayah selatan Gaza.
Mediator AS dalam perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah, mengungkapkan bahwa pengerahan ini merupakan bagian dari misi besar Pasukan Stabilisasi Internasional. Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keamanan di zona yang sebelumnya menjadi pusat konflik tersebut.
Menurut Bahbah, pembagian wilayah tugas ditentukan secara spesifik. Pasukan Indonesia akan bertanggung jawab penuh atas keamanan di bagian selatan Jalur Gaza. Sementara itu, unit militer dari negara-negara partisipan lain akan mengamankan wilayah-wilayah berbeda di kawasan tersebut sesuai mandat internasional.
Laporan dari portal berita Asharq Al-Awsat yang mengutip pernyataan Bahbah menyebutkan bahwa gelombang pertama pasukan ini diperkirakan tiba di lokasi pada pekan pertama April 2026.
"Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan," ujar Bahbah pada Kamis (26/2/2026).
Misi ini berada di bawah naungan Gaza Board of Peace, konsorsium internasional yang dibentuk untuk memastikan transisi perdamaian berjalan lancar. Kekuatan militer yang dikerahkan tidak main-main, mencakup gabungan personel tempur dan penegak hukum sipil.
Estimasi total kekuatan Pasukan Stabilisasi Internasional terdiri atas:
Kota Rafah, yang terletak di ujung selatan Jalur Gaza, disebut-sebut akan menjadi lokasi titik awal (entry point) sekaligus basis utama penempatan misi stabilisasi ini.
Kehadiran pasukan internasional, termasuk Indonesia, diharapkan menjadi pagar hidup yang mampu menghentikan segala bentuk pelanggaran gencatan senjata oleh pihak zionis Israel. Bahbah menekankan bahwa kehadiran fisik militer internasional di lapangan adalah jaminan keamanan yang paling efektif saat ini.
Selain aspek militer, kedatangan pasukan ini juga membuka jalan bagi aspek pemerintahan sipil. Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang baru dibentuk dilaporkan hanya akan memasuki wilayah tersebut setelah pasukan stabilisasi tiba dan memberikan jaminan keamanan menyeluruh.
Langkah ini menandai babak baru dalam keterlibatan aktif Indonesia di panggung diplomasi global, sekaligus mempertegas komitmen konstitusional Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung kemerdekaan Palestina. (Ant/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved