Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Dino Patti Djalal Ingatkan Prabowo Tegaskan Solusi Dua Negara di Board of Peace

Media Indonesia
20/2/2026 21:55
Dino Patti Djalal Ingatkan Prabowo Tegaskan Solusi Dua Negara di Board of Peace
Ramadan di Gaza.(Al Jazeera)

PENDIRI Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, memberikan catatan penting bagi Presiden Prabowo Subianto terkait posisi diplomasi Indonesia di kancah internasional. Dino mengingatkan pemerintah untuk terus konsisten menegaskan prinsip solusi dua negara (two-state solution) dan kemerdekaan Palestina dalam forum Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Pernyataan ini muncul menyusul pengamatan Dino terhadap pertemuan tingkat kepala negara Dewan Perdamaian yang berlangsung di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2), waktu setempat. Menurutnya, dalam forum perdana tersebut, Presiden Prabowo tidak menyinggung secara eksplisit mengenai solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina.

Pesan Langsung untuk Donald Trump

Dino menyampaikan bahwa penegasan mengenai kedaulatan Palestina adalah posisi prinsipil Indonesia yang tidak boleh terlewatkan dalam forum internasional apa pun, terlebih di hadapan pemimpin dunia lain.

"Dalam BoP, Trump perlu mendengar penegasan ini secara langsung dari Presiden Prabowo," ujar Dino dalam pernyataan tertulisnya melalui media sosial X, dipantau di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI tersebut menekankan bahwa prinsip solusi dua negara merupakan amanah utama dari ormas-ormas Islam serta tokoh diplomasi nasional. Aspirasi inilah yang diharapkan dapat disuarakan dengan lantang oleh Presiden Prabowo di hadapan Dewan Perdamaian.

Perbandingan dengan Negara-Negara Muslim Lain

Dino juga menyoroti langkah pemimpin negara lain dalam pertemuan tersebut. Ia mencatat bahwa perwakilan dari Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan, dan Maroko tetap menyelipkan isu solusi dua negara dalam pidato singkat mereka.

“Two-state solution dan Palestinian statehood harus selalu secara eksplisit menjadi rujukan utama dalam pidato Presiden dan Menteri Luar Negeri pada semua forum mengenai Palestina, terutama dalam Board of Peace," tegas pendiri FPCI itu.

Ia berharap ketegasan Indonesia dapat memastikan kepentingan Palestina senantiasa terlindungi dan mencegah Dewan Perdamaian disalahgunakan menjadi platform yang membungkam aspirasi kemerdekaan bangsa Palestina.

Catatan Diplomasi: Dino Patti Djalal memaklumi bahwa tidak disinggungnya kedua prinsip tersebut mungkin disebabkan oleh keterbatasan durasi bicara dalam forum. Namun ia menekankan pentingnya konsistensi narasi di masa depan.

Mengenal Dewan Perdamaian (Board of Peace)

Pertemuan di Washington, D.C. ini merupakan pertemuan perdana tingkat kepala negara anggota Dewan Perdamaian sejak organisasi tersebut resmi dibentuk. Piagam Dewan Perdamaian sendiri baru saja ditandatangani di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.

Dino meyakini bahwa perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di tanah Palestina tidak akan memiliki arti yang utuh tanpa ada pengakuan kemerdekaan (statehood). Oleh karena itu, diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina di forum Board of Peace.

FAQ: Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian

Apa itu Board of Peace (BoP)?
Dewan Perdamaian atau Board of Peace adalah organisasi internasional baru yang piagamnya ditandatangani di Davos pada Januari 2026 untuk memfasilitasi dialog perdamaian global.

Mengapa Solusi Dua Negara sangat penting bagi Indonesia?
Solusi dua negara adalah mandat konstitusi dan posisi tetap diplomasi Indonesia yang mendukung keberadaan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdampingan dengan Israel.

Apa harapan FPCI terhadap diplomasi Presiden Prabowo?
FPCI berharap Presiden tetap menyuarakan aspirasi kemerdekaan Palestina secara eksplisit di hadapan pemimpin dunia seperti Donald Trump untuk menjaga marwah diplomasi Indonesia. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya