Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Presiden Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Iran-Israel via Telepon

Media Indonesia
12/3/2026 16:34
Presiden Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Iran-Israel via Telepon
Presiden Prabowo Subianto bersiap mengikuti forum bisnis di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).(Antara/Hafidz Mubarak A)

PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), guna membahas situasi keamanan di Timur Tengah yang kian memanas. Komunikasi diplomatik ini dilakukan melalui sambungan telepon pada Rabu (11/3/2026) malam.

Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, kedua pemimpin negara tersebut fokus mendiskusikan eskalasi militer yang terjadi di kawasan serta implikasi seriusnya terhadap perdamaian regional maupun global. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, menunjukkan peran aktifnya dalam meredam ketegangan di zona konflik.

Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer

Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan urgensi penghentian segera seluruh aksi militer di kawasan Timur Tengah. Prabowo memperingatkan bahwa berlanjutnya konfrontasi bersenjata hanya akan merusak stabilitas keamanan yang selama ini diupayakan.

"Presiden Indonesia menekankan perlu segera menghentikan aksi militer di kawasan tersebut dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan merusak keamanan dan stabilitas global," tulis keterangan resmi Kemenlu Arab Saudi, Kamis (12/3/2026).

Konteks Darurat: Situasi memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Teheran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur sipil, tetapi juga membawa dampak geopolitik yang masif.

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan Balasan Rudal

Kondisi di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah televisi pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan udara Israel-AS di akhir Februari lalu. Kehilangan figur sentral ini memicu kemarahan besar di Teheran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rentetan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Eskalasi ini memaksa negara-negara tetangga untuk memperketat pertahanan udara mereka.

Pada Selasa (10/3/2026), otoritas Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mencegat sejumlah drone dan rudal balistik yang melintasi wilayah udara mereka. Itu diduga diluncurkan dari wilayah Iran menuju target-target strategis.

Dampak terhadap Hubungan Bilateral

Pembicaraan antara Prabowo dan MbS ini menandakan kedekatan hubungan diplomatik antara Jakarta dan Riyadh dalam menghadapi krisis global. Indonesia terus mendorong solusi damai dan konsisten menyuarakan perlindungan terhadap warga sipil di tengah kecamuk perang.

Analis geopolitik menilai keterlibatan aktif Presiden Prabowo dalam komunikasi ini sebagai langkah strategis untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Teluk serta menjaga stabilitas harga energi nasional yang sangat bergantung pada situasi di Timur Tengah.

Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan skenario darurat bagi WNI yang berada di wilayah terdampak konflik. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya