Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk tindakan Israel terhadap para tahanan Palestina. Hamas menyebut penyiksaan brutal yang terjadi di fasilitas penahanan Israel sebagai kejahatan perang yang nyata dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta norma-norma kemanusiaan global.
Kecaman ini muncul menyusul laporan mengerikan mengenai kondisi tahanan di Penjara Ofer yang berada di bawah pengawasan langsung pejabat sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir. Situasi ini dinilai sebagai tantangan terbuka terhadap otoritas hukum internasional yang selama ini dianggap bungkam oleh pihak Palestina.
Dalam pernyataan yang dikutip melalui jaringan Al Jazeera, Hamas menyoroti bahwa praktik penyiksaan di Penjara Ofer bukan sekadar insiden terisolasi, melainkan kebijakan yang sistematis. Keterlibatan Itamar Ben-Gvir dalam mengawasi fasilitas tersebut memperkuat tuduhan Hamas mengenai adanya agenda "rezim fasis" yang melegalkan kekerasan terhadap tahanan.
Hamas juga mengkritik keras sikap diam dunia internasional serta kebijakan persetujuan hukuman mati yang mulai digaungkan di internal pemerintahan Israel. Menurut Hamas, absennya tindakan tegas dari komunitas global justru memberikan lampu hijau bagi Israel untuk melanjutkan praktik kekerasan di dalam penjara.
Kondisi memprihatinkan para tahanan diperkuat oleh kesaksian dr. Ahmad Al-Farra, Kepala Rumah Sakit Nasser di Gaza. Ia mengungkapkan bahwa jasad para tahanan yang dikembalikan ke Gaza berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan, sehingga proses identifikasi menjadi hampir mustahil dilakukan.
Beberapa temuan medis yang sangat mengkhawatirkan meliputi:
Salah satu poin paling krusial dalam laporan medis tersebut adalah ditemukannya kapas yang menyumpal bagian dalam jasad. Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya praktik pencurian organ terhadap para tahanan Palestina sebelum mereka dinyatakan gugur atau dikembalikan ke pihak keluarga.
Selain itu, dr. Al-Farra mencatat bahwa otoritas Israel sebenarnya mengetahui identitas para tahanan tersebut, namun mereka sengaja merahasiakan nama-nama korban. Tindakan ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk menghapus jejak kejahatan dan mempersulit keluarga korban dalam menuntut keadilan.
Menanggapi fakta-fakta mengerikan ini, Hamas mendesak komunitas internasional, badan hak asasi manusia, dan PBB untuk segera turun tangan. Mereka menuntut adanya investigasi independen terhadap kondisi di Penjara Ofer dan fasilitas penahanan Israel lainnya.
Pelanggaran yang dilakukan oleh rezim Zionis ini ditegaskan sebagai kejahatan perang yang terus berlangsung. Hamas menekankan bahwa tanpa adanya tekanan diplomatik dan hukum yang nyata, praktik dehumanisasi terhadap warga Palestina di dalam penjara tidak akan pernah berakhir. (IRNA/Ant/I-2)
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
DOKUMEN resmi yang bocor mengungkapkan bahwa UEA berencana menggunakan pangkalan militernya untuk memperkuat Negara Israel dalam perjuangannya melawan Hamas di Palestina.
KELOMPOK perlawanan Palestina, Hamas, mencatat Israel telah 813 kali melanggar gencatan senjata yang diberlakukan di Jalur Gaza sejak 10 Oktober.
GERAKAN Palestina Hamas meyakini bahwa Palestina harus bertanggung jawab atas keamanan internal Jalur Gaza. Pasukan internasional seharusnya hanya memantau garis demarkasi dengan Israel.
AS, Qatar, dan Israel mengadakan pertemuan trilateral di New York pada Minggu (7/12). Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan itu kepada AFP, kemarin.
Presiden AS Donald Trump menolak keras penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung Iran. Sementara Israel mengancam akan memburu siapa pun penerusnya.
Paus Leo XIV sampaikan kekhawatiran mendalam atas perang AS-Israel vs Iran yang masuki hari ke-9. Simak seruan damai dan update terkini konflik Timur Tengah.
Serangan pemukim Israel di Tepi Barat tewaskan 3 warga Palestina di Abu Falah. Militer Israel sebut insiden ini tak bisa ditoleransi. Simak kronologinya.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani ungkap strategi AS-Israel untuk pecah belah Iran pascaserangan 28 Februari. Beberapa tentara AS ditangkap.
Eskalasi di perbatasan Lebanon: Hizbullah lancarkan 20 serangan roket dan drone ke Israel utara, sasar radar Iron Dome di Haifa hingga pangkalan Tel Hashomer.
Militer Israel meluncurkan gelombang serangan udara ke infrastruktur militer Iran, termasuk Bandara Isfahan. Ketegangan regional meningkat pascakematian Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved