Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bandung terus mendorong dan mengakselerasi tren positif pengelolaan dan pengolahan sampah di sumber pascamasa darurat sampah berakhir.
Untuk merealisasikannya pemkot membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penerapan Kebiasaan Baru Pengelolaan Sampah.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, Kamis (1/2) mengatakan, setelah lepas dari masa darurat sampah, perlu ada keberlanjutan, sehingga kini kembali dibentuk Satgas Percepatan Pengelolaan Sampah. Kebiasaan baru dan keberlanjutan pengolahan sampah adalah keniscayaan.
Baca juga : Pemkot Bandung Minta Pengusaha Kafe dan Resto Kelola Sampah Sendiri
"Kita terus intens dan kontinyu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghadirkan perilaku terbarukan pengelolaan sampah," jelas Ketua Harian Satgas Percepatan Penerapan Kebiasaan Baru Pengelolaan Sampah ini.
Menurut Ema, agar berproses menuju lebih baik, perubahan positif yang
dihasilkan dari adaptasi kebiasaan baru pengelolaan sampah pada masa
darurat tersebut, perlu terus ditingkatkan. Saat ini, volume sampah
harian Kota Bandung yang dikirim ke TPA Sarimukti berkurang, dari yang
awalnya sekitar 1.300 ton menjadi sekitar 900 ton.
"Walaupun tidak secepat yang diharapkan, progres tetap ada. Intinya
jangan pernah berpikir penanganan sampah kembali ke masa lalu. Harus ada keberlanjutan untuk mewujudkan Bandung zero waste city. Untuk itulah, berbagai metode pengolahan sampah harus terus digencarkan dan
disosialisasikan termasuk penanganan organik, anorganik dan residu,"
bebernya.
Baca juga : Kota Bandung Cabut Status Darurat Sampah
Selain itu, kata dia, pengelolaan sampah di sumber terus berjalan secara maksimal. Sampah organik diolah menjadi kompos, maggotisasi
skala RW dan kelurahan, serta fasilitas pengolahan sampah organik skala
kota, sehingga tidak dibuang ke TPS.
Termasuk optimalisasi kinerja dari kluster-kluster pengolahan sampah. Di antaranya kluster pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, pusat perbelanjaan, kepariwisataan, tempat ibadah, taman, pasar dan lingkungan masyarakat.
"Melihat kondisi TPA Sarimukti yang sudah overload dan hanya menerima sampah residu saja, tentu harus menjadi perhatian bersama. Diperlukan percepatan penanganan sampah mandiri dengan kebiasaan baru. Kinerja kluster harus optimal, terutama kluster pasar dan masyarakat. Nanti harus terukur," tuturnya.
Baca juga : Wakil Ketua DPRD Nilai Pemkot Bandung Salah Langkah Kelola Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi
menambahkan saat ini ritasi sampah kota Bandung ke TPA Sarimukti
terjadi fluktuasi dengan rata-rata 178 rit pe rhari atau 974 ton per
hari, dengan sisa kuota 3.168 rit. Seringnya terjadi antrean di TPA
Sarimukti, mengakibatkan banyak kendaraan yang menginap dan berdampak
pada penumpukan di TPS.
"Kendala tersebut berimbas pada TPS. Dari 255 TPS, ada 13 TPS yang perlu pengangkutan intensif dan perlu penambahan 1-3 tronton, untuk
menyelesaikan pengangkutan," ujarnya.
Baca juga : Pemkot Bandung Rangkul Hotel dan Restoran Kelola Sampah di Hulu
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved