Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Diprotes Sopir Angkot, Bus Trans Beken bakal Berbayar Mulai 1 Maret

Anton Kustedja
13/2/2026 19:30
Diprotes Sopir Angkot, Bus Trans Beken bakal Berbayar Mulai 1 Maret
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno Bachtiar(ISTIMEWA)

ARMADA transportasi massal baru di Kota Bekasi, bus Trans Beken atau Bekasi Keren, mulai berbayar pada 1 Maret 2026. Semula Pemerintah Kota Bekasi menggratiskan armada yang baru diluncurkan ini selama satu bulan sejak Selasa (10/2).

Kebijakan itu diambil menyusul aksi protes ratusan sopir angkutan kota (angkot) terkait operasional bus tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno Bachtiar menyebutkan, hal itu telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan para sopir angkot.

"Tarif akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2026. Bersama-sama dengan pemangku kepentingan, Organda, dan angkutan kota lainnya duduk bersama untuk memajukan transportasi perkotaan di Kota Bekasi," kata Zeno di Bekasi, Jumat (13/2).
 
Selain soal tarif, lanjut dia, kemungkinan akan ada evaluasi tentang titik henti dari Trans Beken dan bus sejenis yang lebih dulu beroperasi, Trans Patriot. "Mengenai 48 titik henti, tentu tidak tertutup kemungkinan diadakan evaluasi," ujarnya.

Zeno juga memastikan bahwa situasi dan kondisi di Jalan Ahmad Yani sudah kembali normal. Tidak ada lagi aksi unjuk rasa sopir angkot dan tindakan penurunan penumpang Trans Beken maupun Trans Patriot oleh para sopir tersebut.

Sopir angkot kembali demonstrasi

Sebelumnya, sekitar 300 sopir angkot Kembali berdemonstrasi dengan menutup Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (12/2) siang. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas pengoperasian Trans Beken yang dinilai mengancam mata pencaharian mereka.

Dalam aksi tersebut, ratusan sopir itu menjajarkan mobil angkot mereka hingga menutup hampir seluruh badan jalan di depan Stadion Patriot Candrabhaga atau seberang Komplek Perkantoran Pemkot Bekasi. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani dari arah Tol Bekasi Barat menuju kawasan Summarecon maupun sebaliknya nyaris tidak bergerak.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub Kota Bekasi dibantu aparat kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem contraflow di ruas Jalan Ahmad Yani. Petugas gabungan diterjunkan ke lapangan guna mengatur arus kendaraan dan mencegah kemacetan semakin parah.

Salah seorang sopir angkot, Asep Wahyudi, menyampaikan, para pengemudi hanya meminta Pemkot Bekasi menghapus layanan bus tersebut.

"Ini aksi yang kedua. Tolong, saya minta Trans Beken itu dihapus saja, cuma itu doang. Ini berapa angkot? Berapa ratus angkot, berapa ratus keluarga yang terlantar. Enggak ada Trans Beken saja, angkot sudah enggak ada orang," kata Asep.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner