Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono merespons aksi sekitar 300 sopir angkutan kota (angkot) yang memprotes pengoperasian bus Trans Beken pada Selasa (10/2).
Wali Kota menilai aksi unjuk rasa itu merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Ia meminta para sopir angkot tidak perlu khawatir terhadap kehadiran layanan transportasi baru tersebut.
"Itu bagian dari proses demokrasi. Mari kita sikapi dengan baik. Intinya ini karena ada kekhawatiran soal rezeki, padahal rezeki itu sudah ada yang mengatur," ujar Tri dalam keterangannya, Rabu (11/2).
Ia menjelaskan, hadirnya bus Trans Beken tidak serta merta akan mengurangi jumlah penumpang angkot. Justru sebaliknya, layanan itu dinilai berpotensi menarik penumpang baru yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi lain dengan tarif lebih mahal.
"Yang ada itu lebih ke rasa khawatir berkurangnya penumpang. Padahal justru ini berpotensi menumbuhkan penumpang baru, terutama yang beralih dari kendaraan pribadi atau dari transportasi lain seperti ojek online," katanya.
Wali Kota juga menjelaskan, pengoperasian jalur baru transportasi massal tidak sepenuhnya tumpang tindih dengan trayek angkot. Ia mencontohkan, angkot K-02 nantinya hanya beririsan di sejumlah titik tertentu.
"Nantinya angkot K-02 kemungkinan ketemunya hanya dari Timur sampai ke Sudirman. Setelah itu dia ketemu lagi nanti kembalinya dari stasiun ke terminal," katanya.
Benturan trayek hanya terjadi di beberapa ruas jalan dan tidak dari awal hingga tujuan akhir. Pemerintah, kata Tri, bertugas menyiapkan pilihan moda transportasi bagi masyarakat.
"Saya kira penumpang akan banyak pilihan dan pemerintah menyiapkan menunya," katanya.
Karena itu, Tri memastikan Pemkot Bekasi akan melakukan sosialisasi kepada para pengemudi angkot terkait pengoperasian Trans Beken. (AK)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved