Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Di Kota Sukabumi, Harga Daging Ayam dan Cabai Rawit Merah Terpantau Naik Jelang Ramadan

Beny Bastiandy
29/1/2026 14:58
Di Kota Sukabumi, Harga Daging Ayam dan Cabai Rawit Merah Terpantau Naik Jelang Ramadan
PERKEMBANGAN HARGA: Permintaan kebutuhan komoditas pangan masyarakat diprediksi akan meningkat menjelang Ramadan 1447 Hijriah.(MI/Benny Bastiandi)

HARGA daging ayam broiler di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai terpantau naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Naiknya harga komoditas tersebut dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya permintaan yang meningkat.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, M Rifki, menuturkan terpantau naiknya harga daging ayam broiler itu merupakan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede. Saat ini harganya di kisaran Rp38 ribu per kg.

"Sebelumnya, harga daging ayam broiler di kisaran Rp37 ribu per kg. Ada kenaikan Rp1 ribu per kilogram," kata Rifki, Kamis (29/1).

Komoditas lain yang harganya terpantau naik yaitu cabai rawit merah. Semula harganya kisaran Rp55 ribu per kg, kini naik jadi Rp60 ribu per kg.

"Naiknya harga cabai rawit merah dimungkinkan dipengaruhi faktor cuaca," terangnya. 

Secara umum, beberapa komoditi pangan lainnya masih relatif stabil menjelang Ramadan. Pada komoditas beras, jenis Ciherang Cianjur I di kisaran Rp14.800 per kg, Ciherang Cianjur II Rp14 ribu per kg, Ciherang Sukabumi Rp14.800 per kg, beras premium I Rp14.400 per kg, dan beras premium II kisaran Rp14 ribu per kg. 

Sementara jenis medium I masih bertahan di kisaran Rp13.100 per kg dan medium lokal terendah Rp12.400 per kg.

Rifki menyebutkan, untuk harga daging sapi tidak terjadi penaikan. Hanya, harganya di pasaran saat ini relatif cukup mahal di kisaran rata-rata Rp140 ribu per kilogram.

"Informasi dari pedagang, cukup mahalnya harga daging sapi karena harga sapi utuhnya juga naik," ungkapnya.

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah yang lebih kurang tinggal sebulan, Rifki memastikan sejauh ini stok cukup tersedia memenuhi kebutuhan masyarakat. Rifki tak memungkiri, selama ini stok pangan di Kota Sukabumi mayoritas masih dipasok dari luar daerah.

"Insya Allah, untuk stok cukup aman untuk memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat. Kita terus pantau perkembangan stok dan harga menjelang Puasa nanti," pungkasnya. (BB/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner