Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Tewas, 82 Warga Masih Hilang

Putri Rosmalia Octaviyani
24/1/2026 18:33
Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Tewas, 82 Warga Masih Hilang
Lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat.(Dok. Antara)

BENCANA tanah longsor melanda kawasan lereng Gunung Burangrang, tepatnya di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Insiden longsor Cisarua Bandung Barat yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB ini dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu pagi, tercatat 10 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

Data Terkini Dampak Longsor Cisarua Bandung Barat (Per Sabtu, 24/1)

  • Korban Meninggal: 10 Orang
  • Korban Hilang: 82 Orang (Dalam Pencarian)
  • Warga Mengungsi: ±400 Jiwa
  • Kerusakan Bangunan: 30 Rumah terdampak, 1 Rusak Berat
  • Lokasi Terdampak: Desa Pasirlangu (Cisarua) dan Desa Sukajaya (Lembang)

Sebaran Korban Jiwa dan Kerusakan

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Jabar, korban tewas longsor Cisarua ditemukan di dua lokasi berbeda yang terdampak material longsoran. Sebanyak delapan korban meninggal dunia berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sementara itu, dua korban tewas lainnya ditemukan di Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.

Selain menelan korban jiwa, longsoran tanah juga menghantam permukiman warga. Sebanyak 30 rumah dilaporkan terdampak material tanah, dengan satu unit rumah mengalami kerusakan berat. Kondisi tanah yang masih labil memaksa sekitar 400 warga dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat yang lebih aman untuk mencegah jatuhnya korban susulan.

Operasi SAR dan Posko Darurat

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin, menyatakan bahwa tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan telah bergerak cepat ke lokasi kejadian. Fokus utama saat ini adalah pencarian 82 orang yang dinyatakan hilang serta penanganan pengungsi.

"Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas," ujar Bambang dalam keterangan resminya di Bandung.

Pendirian posko dilakukan secara berjenjang untuk memastikan koordinasi pencarian korban dan distribusi logistik berjalan efektif, mengingat medan yang cukup sulit di lereng Gunung Burangrang.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Ratusan warga yang selamat kini menempati posko pengungsian sementara dengan kondisi seadanya. Bambang menyoroti beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh para pengungsi saat ini.

Prioritas bantuan yang dibutuhkan meliputi matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok (sembako). Hal ini krusial mengingat cuaca di kawasan Bandung Barat yang dingin, terutama saat malam hari.

"Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk," tambah Bambang.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mulai menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi di wilayah Bandung Raya. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner