Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Gemuruh Keras Diikuti Longsor Besar, Bandung Barat Berduka

Putri Rosmalia Octaviyani
24/1/2026 14:28
Gemuruh Keras Diikuti Longsor Besar, Bandung Barat Berduka
Kondisi usai terjadinya longsor Bandung Barat.(Dok. Akun X @ntoniusn)

GEMURUH keras yang terdengar pada Sabtu, (24/1) dini hari di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menghadirkan luka mendalam bagi warga setempat. Bukan sekadar gemuruh biasa, suara mencekam tersebut merupakan awal dari bencana tanah longsor yang menyebabkan setidaknya 8 orang meninggal dunia dan 82 orang hilang tertimbun. 

Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara di Bandung, Sabtu, mengatakan peristiwa longsor Bandung Barat tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di sekitar lokasi longsor Bandung Barat, kejadian itu diawali suara gemuruh keras terdengar warga sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.

"Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang," katanya.

Data terbaru menyebutkan dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah diamankan. Kemudian ada delapan orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian.

Proses pencarian dan evakuasi korban dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Basarnas.

Hingga saat ini Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk melakukan pencarian korban yang masih hilang. Pencarian juga dilakukan dengan menafaatkan bantuan anjing pelacak K9.

Ppaya penyelamatan menghadapi kendala signifikan. Medan yang berat dengan ketebalan material longsor menyulitkan pergerakan alat dan personel. Ditambah lagi, kondisi cuaca di lokasi masih mendung dan berpotensi hujan, yang dapat membahayakan tim penyelamat.

Mengingat kondisi tanah yang masih labil dan potensi curah hujan yang tinggi, pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di sekitar perimeter lokasi kejadian untuk meningkatkan kewaspadaan. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner