Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Abrasi Sungai Cidadap Sukabumi, Puluhan KK Direlokasi Darurat di Sekolah

Benny Bastiandy
19/12/2025 20:25
Abrasi Sungai Cidadap Sukabumi, Puluhan KK Direlokasi Darurat di Sekolah
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, meninjau lokasi terdampak abrasi aliran Sungai Cidadap di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.(MI/BENNY BASTIANDY)

PULUHAN kepala keluarga warga Kampung Kawungluwuk dan Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban abrasi Sungai Cidadap. Bangunan rumah mereka tergerus arus deras, bahkan ada beberapa di antaranya yang hanyut.

Relokasi darurat dipusatkan di SDN Kawungluwuk. Warga menempati ruang-ruang kelas di sekolah tersebut.

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengatakan relokasi darurat bersifat sementara. Langkah tersebut dipandang perlu dilakukan cepat untuk menjaga keselamatan warga yang terancam.

"Kami pilih SDN Kawungluwuk untuk tempat pengungsian sementara warga yang rumahnya tergerus arus deras Sungai Cidadap akibat cuaca ekstrem sejak beberapa hari lalu," ujarnya.

Berdasarkan informasi, dampak bencana di wilayah tersebut mengakibatkan 16 bangunan rumah warga hanyut terbawa arus deras, 23 kepala keluarga terisolasi, 75 kepala keluarga mengungsi darurat ke SDN Kawungluwuk, dan bangunan sekolah serta tempat ibadah rusak.

"Data jumlah warga terdampak masih terus dihimpun dan berpotensi bertambah. Namun belum bisa kami sampaikan secara final karena proses pendataan masih berjalan," terangnya.

Andreas juga ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar warga pengungsi terpenuhi dengan baik. Sejauh ini, ketersediaan logistik, layanan kesehatan, hingga kebutuhan tempat istirahat warga telah dipastikan dalam kondisi siap.

"Alhamdulillah, kondisi pengungsian aman dan kebutuhan dasar warga terpenuhi," tuturnya.

Sementara itu, warga yang sebelumnya sempat terisolasi dipastikan telah berada dalam kondisi aman. Mereka telah dievakuasi ke tempat lebih aman.

"Setelah kondisi stabil, selanjutnya dirumuskan langkah-langkah berikutnya," ucap Andreas.

Jembatan putus

Sementara itu, meluapnya aliran Sungai Citapen di Desa Loji Kecamatan Simpenan mengakibatkan jembatan terputus. Kondisi itu menyebabkan ratusan kepala keluarga terisolasi, terutama warga Kampung Sawah Bera, Kampung Naringgul, Kampung Cipicung 1, dan Kampung Cipicung 2.

"Aktivitas warga terganggu, termasuk mobilitas anak-anak sekolah serta distribusi logistik yang terpaksa dilakukan secara darurat," tutur Andreas.

Di lokasi sudah disiapkan perahu karet sebagai akses sementara yang dibantu Basarnas dan Polairud. Selain akses jalan yang terputus, kata Andreas, luapan Sungai Citapen juga mengakibatkan aliran listrik di wilayah tersebut padam.

"Saya minta segera dikoordinasikan dengan PLN supaya aliran listrik bisa kembali menyala," pungkasnya.

Sekretaris Desa Loji, Hadiansyah, menyebutkan ada sekitar 216 kepala keluarga atau sekitar 575 jiwa terdampak kejadian bencana tersebut. Masyarakat juga membutuhkan bantuan logistik serta akses penyeberangan sementara.

"Mudah-mudahan segera ada solusi terbaik demi keselamatan warga, pemulihan ekonomi, dan kelancaran pendidikan anak-anak," katanya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner