Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Permukiman Terancam Hanyut, Puluhan Warga di Sukabumi Mengungsi

Benny Bastiandy
16/12/2025 19:54
Permukiman Terancam Hanyut, Puluhan Warga di Sukabumi Mengungsi
Permukiman warga di Kampung Sawah Tengah RT 06/15 Desa Cidadap Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi terancam hanyut tergerus aliran sungai.(MI/BENNY BASTIANDY)

PULUHAN jiwa warga Kampung Sawah Tengah RT 06/15, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa harus mengungsi. Pasalnya, bangunan rumah mereka terancam terbawa hanyut akibat terjadi abrasi pada aliran sungai.

Peristiwa abrasi terjadi pada Senin (15/12) pagi usai hujan deras mengguyur sejak Minggu (14/12). Tingginya curah hujan memicu terjadi luapan Sungai Cimandiri yang mengalir dekat permukiman warga.

Akibatnya, satu rumah warga mengalami rusak berat karena terbawa hanyut aliran sungai. Penghuninya yang terdiri 1 kepala keluarga atau 3 jiwa mengungsi ke rumah kerabatnya. Selain itu, satu rumah warga lain yang dihuni 1 KK atau 2 jiwa mengalami rusak ringan setelah air menggerus bagian depan.

"Hasil asesmen di lapangan, ada 15 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga yang kondisinya terancam," kata Manajer Pusat Pengendali dan Operasional BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, Selasa (16/12).

Saat ini, para penghuni rumah yang terancam sebagian besar sudah mengungsi. Sebab, hasil pemantauan di lapangan, kondisi terakhir luapan air sudah mendekati perkampungan.

"Jarak aliran sungai ke perkampungan tinggal 1 meter. Warga yang rumahnya terancam sudah mengungsi," tuturnya.

Selain di Kampung Sawah Tengah RT 06/15, di Desa Cidadap sebanyak 20 rumah di Kampung Cikadaka RT 03/14 terancam banjir dan tanah longsor. Wilayah ini pun dinyatakan berada pada zona merah.

"Di Kampung Babakan Cisarua RT 02/14 Desa Cidadap kondisinya juga sama. Sementara di Kampung Legok Loa RT 08 dan 09 RW 02 Desa Cibuntu, sebanyak 23 rumah terancam banjir akibat penyumbatan pada bagian jembatan di ruas jalan kabupaten penghubung  Bagbagan-Warungkiara," terangnya.

Masif

Daeng menuturkan, tingginya curah hujan pada Minggu (14/12) berdampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi di 9 kecamatan. Selain di Kecamatan Simpenan, dampak curah hujan tinggi juga mengakibatkan bencana di Warungkiara, Caringin, Cibadak, Ciemas, Cikembar, Jampangtengah, Bantargadung, dan Gegerbitung.

"Mayoritas bencananya berupa banjir dan tanah longsor," sebutnya.

Personel BPBD mulai melakukan penanganan darurat di sejumlah titik. Upaya penanganan melibatkan elemen lain, termasuk petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK).

"Tidak ada korban luka maupun jiwa. Ada sebagian warga yang mengungsi. Untuk nilai kerugian masih dalam penghitungan," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner