Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Jangkau Kebutuhan Pangan, Pemkab Sukabumi Luncurkan Mobil Sabumi

Benny Bastiandy
16/2/2026 18:17
Jangkau Kebutuhan Pangan, Pemkab Sukabumi Luncurkan Mobil Sabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar meluncurkan mobil Sabilulungan Harga Stabil Kabupaten Sukabumi (Sabumi),(MI/BENNY BASTIANDY)

KABUPATEN Sukabumi, Jawa Barat, memiliki kendaraan dinas yang digunakan untuk menstabilkan harga. Kendaraan tersebut secara mobile menjangkau pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, terutama di daerah pelosok.

Kendaraan itu dinamai Mobil Sabilulungan Harga Stabil Kabupaten Sukabumi (Sabumi). Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengatakan kehadiran Mobil Sabumi merupakan inisiasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Menurutnya, kendaraan itu bagian dari strategi pemerintah daerah mengendalikan laju inflasi.

"Kita ketahui bersama, pergerakan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat kerap mengalami dinamika, terutama menjelang hari besar, seperti Ramadan maupun Idulfitri. Belum lagi dinamika ekonomi saat ini, juga mengalami dinamika. Hadirnya Mobil Sabumi ini tentu diharapkan bisa turut menstabilkan harga dan pemenuhan pasokan kebutuhan pangan masyarakat," kata Asjap, sapaan akrab Asep Japar.

Teknisnya, Mobil Sabumi membawa berbagai komoditas kebutuhan masyarakat, terutama saat digelar pasar murah. Salah satu sasarannya, masyarakat yang berada di daerah-daerah pelosok.

Dengan sistem jemput bola, kendaraan ini akan mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas penting lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.


Kendalikan inflasi

 

Secara geografis, wilayah Kabupaten Sukabumi sangat luas yang terbagi ke 47 kecamatan. Beberapa wilayah kecamatan berada di daerah pelosok yang kondisinya relatif cukup jauh, sehingga rentan terjadi gejolak harga dan kerawanan pangan.

"Keberadaan mobil ini merupakan strategi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam upaya mengendalikan inflasi secara terukur, terarah, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Asjap berpandangan, pengendalian inflasi harus melalui langkah sistematis yang menyentuh langsung masyarakat. Terutama di wilayah yang rentan terhadap gejolak harga dan rawan pangan.

"Kami harapkan ini mampu menjaga daya beli masyarakat," ucapnya.

Dia menekankan, sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program ini. Melalui koordinasi TPID bersama perangkat daerah, distributor, dan pelaku usaha, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan harga terkendali.

"Mobil Sabumi diharapkan menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Sukabumi," tandasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner