Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Kelola Sampah Hasilkan Produk Ekonomis, Pasar Induk Caringan Diapresiasi Kemenko Pangan

Sugeng Sumariyadi
15/2/2026 09:36
Kelola Sampah Hasilkan Produk Ekonomis, Pasar Induk Caringan Diapresiasi Kemenko Pangan
Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Kemenko Pangan, melihat dari dekat pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Bandung.(MI/SUMARIYADI)

UPAYA pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satunya dari Kementerian Koordintor Bidang Pangan.

Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, mengapreasiasi kerja besar pengelola Pasar Induk Caringan. Apalagi, pengelolaan sampah dilakukan dan menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

"Proses pengolahannya bagus dan sudah bisa menghasilkan produk ekonomis seperti pakan ternak, briket dan lainnya. Itu sangat baik tinggal tingkatkan saja sisa residunya, dan juga komposisi sampah yang non organiknya," jelasnya, saat melakukan peninjauan pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Sabtu (14/2).

Didampingi Rofi Alhanif Asisten Deputy Kemenko Bidang Pangan, dia menegaskan pihaknya telah melihat pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin. Pasar merupakan center ekonomi masyarakat di bidang pangan, dan sudah seharusnya pengelolaan sampah berada di kawasan pasar.

"Memang sampah itu harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%," katanya.

Pihaknya pun telah melihat hasil produk bermanfaat yang dihasilkan dari pengelolaan sampah tersebut. Antara lain untuk pakan ternak, briket dan lainnya. Termasuk juga penyaluran dari hasil olahan sampah.

"Terima kasih Pasar Induk Caringin sudah turut berkontribusi untuk solusi penanganan sampah pasar. Bahkan bisa menghasilkan produk bermanfaat dari olahan sampahnya. Tinggal offtakernya yang perlu dikembangkan untuk mengambil hasil olahannya," lanjut dia.


Libatkan perusahaan dan Unpad


Sementara itu, A Syarief Hidayat, Kepala Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin mengatakan pihaknya sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

"Alhamdulillaah kementerian sangat mengapresiasi positif terhadap apa yang kita lakukan terkait penanganan sampah di Pasar Induk Caringin ini," jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, Paasar Induk Caringin sudah mengelola 40 ton sampah dan menjadi produk yang bermanfaat, seperti pakan ternak, silase, biotanol , pupuk dan rdf. Saat ini juga sedang dilakukan kolaborasi dan penjajakan pemasaran bersama sejumlah perusahaan.

"Kita lagi penjajakan pada para offtaker untuk penyalurannya. Berapa kebutuhan para offtaker ini. Kita kerja sama dengan Unpad juga. Untuk pakan ternak, unpad saja membutuhkan sekitar 20 ton per hari," tambah Syarief.

Selain itu, saat ini juga banyak permintaan dari industri besar untuk kebutuhan briket sebagai alternatif bahan bakar.

"Termasuk juga dari pabrik pabrik tekstil, untuk kebutuhan briket. Mereka perlu 200 ton per hari untuk briket, sebagai pengganti bahan bakar industri. Saat ini kita sedang merancang kebutuhan itu supaya bisa terpenuhi," paparnya.  

Dengan adanya sistem  pengolahan sampah tersebut, kini permasalahan sampah di Pasar Induk Caringin dapat teratasi. Bahkan bisa menciptakan lapangan baru bagi masyarakat.

"Ada nilai ekonomi yang cukup besar disini sehingga sistem pengolahan sampah ini pun bisa menyerap tenaga kerja," tandas Syarief.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner