Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Tekan Volume Sampah ke TPA Sarimukti, Pemkot Cimahi Tambah TPST

Depi Gunawan
10/2/2026 19:07
Tekan Volume Sampah ke TPA Sarimukti, Pemkot Cimahi Tambah TPST
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sudah mendekati kondisi penuh.(MI/DEPI GUNAWAN)

PEMERINTAH Kota Cimahi terus berupaya mengurangi pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Salah satu solusinya adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Utama, Kecamatan Cimahi Selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

"Di sini sudah lengkap dengan gardu listrik, IPAL dan air sehingga memenuhi sebagai tempat mengelola sampah. Kapasitasnya 10-15 ton untuk menampung sampah di wilayah Utama," ungkapnya, Selasa (10/2).

Ia menuturkan, produksi sampah di Cimahi rata-rata setiap harinya mencapai 233-250 ton. Dari total produksi tersebut, sampah yang bisa dikelola secara mandiri baru sekitar 49 persen.

"Langkah ini merupakan ikhtiar kita untuk mewujudkan zero sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti," ujarnya.

Selain TPST Utama, keberadaan TPST Santiong yang berada di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara juga diandalkan untuk mengelola sampah.


Dikelola mandiri

 

Saat ini, TPST Santiong tengah dalam perbaikan dan pembaharuan kapasitas melalui Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Bank Dunia (World Bank).

"Awalnya 50 ton kapasitas pengolahannya, nanti setelah diperbaharui, kapasitasnya ditambah jadi 80-85 ton per hari. Kalau sekarang operasional belum optimal, baru 5-10 ton saja," ungkap Chanifah.

Dengan keberadaan dua TPST tersebut, ditargetkan 250 ton sampah tidak lagi dibuang ke TPA Sarimukti karena akan dikelola secara mandiri.

"Masalah sampah menjadi tantangan besar bagi Cimahi. Setiap harinya sampah yang dihasilkan masyarakat itu 233-250 ton yang harus dikelola," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

Diketahui, pembuangan sampah ke TPA Sarimukti dibatasi sehingga membuat Pemkot Cimahi harus berinovasi untuk mengelola sampahnya.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti, kuota untuk Kota Cimahi maksimal 119,16 ton per hari atau 1.668,24 per dua minggu.

"Mudah-mudahan (TPST) bisa mengurangi beban sampah di Cimahi. Sekarang pembuangan ke Sarimukti sedang dibatasi dan tentunya ini menjadi tantangan bagi kita," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner