Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Unjani Bentuk LSP Mandiri, Upaya Meningkatkan Daya Saing Lulusan

Sugeng Sumariyadi
12/2/2026 15:38
Unjani Bentuk LSP Mandiri, Upaya Meningkatkan Daya Saing Lulusan
Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani Prof Agus Subagyo dan Komisioner BNSP Prof Amilin memberikan keterangan setelah peresmian LSP Mandiri di Kampus Unjani.(MI/SUMARIYADI)

UNIVERSITAS Jenderal Achmad Yani (Unjani) terus meningkatkan kualitas lembaga. Salah satunya dengan memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) mandiri.

Peresmian lembaga ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Lisensi dan Sertifikat LSP oleh Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Prof Amilin kepada Rektor Unjani Prof Agus Subagyo.

Acara berlangsung dalam rangkaian Tausyiah dan Munggahan Unjani 2026 di Cimahi, Kamis (12/2).

Di Indonesia, masih sangat sedikit kampus yang memiliki LSP Mandiri. Dengan keberhasilan Unjani ini, perguruan tinggi milik TNI Angkatan Darat itu masuk dalam dalam kelompok elit. Saat ini hanya 4% dari total kampus di Indonesia yang telah memiliki LSP mandiri.

Kehadiran LSP mandiri menegaskan komitmen Unjani dalam memperkuat daya saing lulusan di tengah kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Pada kesempatan itu, Prof Amilin mengakui langkah Unjani dalam membangun sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi. Sertifikasi ini menjadi bukti dan pengakuan bahwa pemegangnya memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dalam setiap proses sertifikasi. “Jangan sampai ada yang dipaksakan menjadi kompeten padahal belum memenuhi standar, karena itu bisa menjadi sinyal bahaya."

Mantan Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menambahkan saat ini banyak perusahaan besar memprioritaskan pelamar yang telah memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP. Pemegang sertifikat bahkan kerap memperoleh nilai tambah, termasuk dari sisi penghasilan.

Untuk itu, dia mendorong Unjani menjalin kerja sama dengan industri global seperti BYD, Huawei, atau Google. Standar kerja perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadopsi dalam skema LSP Unjani agar lulusan memiliki kesiapan lebih kuat. Mereka juga bisa langsung terserap di dunia kerja.


Komitmen menjaga mutu


Menanggapi hal itu, Rektor Unjani, Prof Agus Subagyo, menyatakan komitmen institusinya dalam menjaga amanah lisensi LSP. Saat ini Unjani telah memiliki empat skema sertifikasi dan berencana mengembangkannya hingga mencakup 44 program studi.

“Kami berkomitmen menjaga mutu. Jika mahasiswa belum memenuhi standar, maka sertifikat tidak akan diberikan. Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bekal nyata bagi alumni untuk bersaing di dunia kerja,” tegasnya.

Jenderal TNI bintang dua itu menambahkan, mahasiswa Unjani ke depan tidak hanya dibekali kompetensi utama sesuai bidang studi. Mereka juga dapat mengambil sertifikasi tambahan seperti public speaking atau teknologi informasi, yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan modern.

Langkah ini diharapkan memperluas cakupan keahlian mahasiswa sehingga mampu menjawab tantangan lintas disiplin. Dengan demikian, lulusan Unjani tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri.

Dalam kesempatan yang sama, Unjani juga meresmikan Patung Jenderal Ahmad Yani. Momentum ini menjadi simbol penguatan identitas kampus sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai kepemimpinan sang pahlawan nasional.

Prof Agus menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui mata kuliah “Ke-Ahmad Yani-an” serta program Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (LDKK). Hal ini sejalan dengan visi Unjani sebagai Smart Military University.

“Mahasiswa Unjani harus memiliki karakter disiplin, loyal, dan santun. Kepintaran saja tidak cukup tanpa kedisiplinan. Di dunia kerja, loyalitas dan kesantunan sering menjadi faktor penentu keberhasilan,” pungkasnya.

Dengan hadirnya LSP mandiri, Unjani menegaskan peran strategisnya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter kuat, siap mengabdi bagi bangsa dan negara



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner