Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kemenag Jabar Tetapkan 11 Lokasi Pemantauan Hilal Penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah

Naviandri
08/2/2026 11:46
Kemenag Jabar Tetapkan 11 Lokasi Pemantauan Hilal Penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah
Pemantauan hilal penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah di Jawa Barat di Bosscha ITB.(MI/Depi Gunawan)

MENJELANG bulan Ramadan 1447 Hijriah, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan 11 lokasi pemantauan hilal. Penetapan lokasi pemantauan hilal (rukyatul hilal) tersebut untuk menentukan awal Ramadan. Pemantauan iti akan dilaksanakan serentak pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang. 

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Jabar, Ohan Burhan kemairn menerangkan bahwa persiapan teknis telah dilakukan, termasuk pembekalan bagi ratusan petugas lapangan. 

Meski penetapan resmi dilakukan di 11 titik, beberapa lokasi utama yang menjadi rujukan rutin di antaranya adalah: 

• Kota Bandung: Observatorium Kampus Unisba. 

• Kabupaten Pangandaran: Pantai Keusik Luhur. 

• Kabupaten Sukabumi: Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas. 

• Kabupaten Tasikmalaya: Pantai Cipatujah. 

• Wilayah Lain: Tersebar di titik strategis pesisir utara dan selatan Jawa Barat.

Ohan menerangkan, berdasarkan perhitungan astronomis, peluang terlihatnya hilal di wilayah Jabar tahun ini diprediksi cukup menantang. Ini merujuk pada kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menetapkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. 

“Kalau lihat derajat, nampaknya di Jabar tidak akan terlihat seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi mudah-mudahan ada keajaiban daan faktor cuaca dan jarak pandang di pesisir juga akan menjadi penentu utama dalam keberhasilan rukyatul hilal kali ini,” tuturnya. 

Menurut Ohan, untuk mengoptimalkan hasil, Kemenag Jabar akan mengombinasikan teknologi modern dengan kearifan lokal. Selain menggunakan teropong digital dan teodolit, sejumlah pondok pesantren di Jabar tetap akan menggunakan metode tradisional.

“Selain teropong, ada alat tradisional yang biasa dilakukan oleh pondok pesantren berupa tongkat dan alat hitung manual lainnya yang sudah disiapkan,” sambungnya.

Ohan menambahkan, Kemenag Jabar mengerahkan sedikitnya 135 petugas yang terdiri dari Badan Hisab Rukyat (BHR) kabupaten/kota serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Setiap daerah menugaskan lima orang ahli untuk melakukan pengamatan dan pelaporan langsung ke pusat. 

“Hasil dari pemantauan di 11 titik ini nantinya akan dilaporkan kepada Kementerian Agama RI untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penentuan awal puasa Ramadan 1447 H,” tandasnya. (AN/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner