Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kawanan Anjing Liar Serang Anak SD, Tim Dinas PKHP Cianjur Gerak Cepat

Benny Bastiandy
02/2/2026 21:01
Kawanan Anjing Liar Serang Anak SD, Tim Dinas PKHP Cianjur Gerak Cepat
Tim Dinas PKHP Kabupaten Cianjur memeriksa bangkai anjing liar yang menyerang seorang anak siswa SD di Kecamatan Campaka.(MI/BENNY BASTIANDY)

TIM Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak cepat menindaklanjuti kasus gigitan kawanan anjing liar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka. Pasalnya, dikhawatirkan gigitan tersebut bisa menyebarkan virus rabies.

Berdasarkan informasi, peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/2). Korbannya seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SD di wilayah itu.

Saat hendak pulang sekolah, korban berpapasan dengan dua ekor anjing liar. Karena takut, anak tersebut kemudian lari.

Lalu, kawanan anjing yang berjumlah hampir 8 ekor menyerang korban dengan menggigit pada beberapa bagian tubuh.

Warga yang mendapati kejadian itu memberikan pertolongan. Korban dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan medis.

Jabatan Fungsional Medik Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur, drh Kharisudin, menjelaskan tim langsung bergerak cepat untuk menginventarisasi kondisi di lapangan. Diketahui, kawanan anjing liar tersebut sebelumnya telah diburu masyarakat setempat dan dibunuh.

"Berdasarkan hasil laboratorium dari Balai Veteriner Kementerian Pertanian di Kabupate Subang hasilnya negatif. Insya Allah aman dan negatif rabies," katanya, Senin (2/2).


Tidak berpemilik


Dia memastikan, kawanan anjing liar itu tak berpemilik. Tim di lapangan sudah menghimpun informasi dan data dari masyarakat.

"Kalau kronologisnya, saat itu korban pulang sekolah membawa bungkusan berisi makanan. Saat itu ada dua ekor anjing yang mengikutinya. Karena takut,  anak tersebut lari kemudian dikejar anjing. Anjing lainnya ikut mengejar. Jadi, ada delapan ekor anjing yang mengejar. Anaknya terjatuh, kemudian diserang delapan ekor anjing tersebut. Anjingnya tidak berpemilik," terang dia.

Kharisudin tak memungkiri, keberadaan anjing liar tak berpemilik memang merepotkan. Sebab, sebagai hewan penyebab rabies, anjing juga harus rutin mendapatkan vaksin.

"Memang, kalau anjing tak berpemilik akan repot. Kalau dibunuh, kami khawatir akan ada pihak-pihak yang protes. Mau divaksin juga akan sulit karena mereka liar," tuturnya.

Kharisudin mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar memerhatikan kondisinya. Mereka harus diperlakukan sebagaimana layaknya seekor hewan peliharaan.

"Sebagai hewan piaraan, anjing harus dirawat dan diberi makan. Anjing juga harus rutin dilakukan vaksin rabies," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner