Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Tambang Galian Ilegal Beroperasi, Warga Minta Ditutup Permanen

Kristiadi
02/2/2026 18:15
Tambang Galian Ilegal Beroperasi, Warga Minta Ditutup Permanen
Tambang galian ilegal masih beroperasi di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya dan warga meminta supaya pemerintah menutup secara permanen lantaran dapat menyebabkan bencana longsor, banjir yang berimbas kepada pemukiman warga.(MI/Kristiadi)

MENTERI Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq berencana akan mengecek galian tambang ilegal di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Diduga di dua kawasabln itu, tambang ilegal masih masih melakukan aktivitas. Dua kecamatan di Tasikmalaya tersebut masih beroperasi setelah beberapa minggu lalu sempat berhenti beroperasi. 

 

"Kami akan melakukan cek ke lokasi pasir Galunggung dan lokasi lainnya yang mana masih beroperasi dan segera pengecekan ke lokasi tambang ilegal tersebut," kata, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Kabupaten Ciamis, Minggu (1/2). 

 

Dadang, 55, warga Kecamatan Bungursari, mengatakan aktivitas tambang galian ilegal berada di wilayahnya membuat jalan rusak berat lantaran banyak truk melintas dengan muatan berat hingga beban jalan tidak kuat menahan beban. 

 

Di sisi lain, aktivitas tambang galian ilegal di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya sudah lama terjadi. Tambang tersebut juga dilakuka secara sporadis.

"Tambang galian ilegal yang beroperasi di Kecamatan Sukaratu sudah berlangsung lama hingga membuat ruas jalan setelah di-hotmix rusak berat. Akan tetapi, lokasi tambang galian ilegal di sejumlah titik juga sempat tutup, tapi kurangnya pengawasan dari pemerintah membuat tambang ilegal kembali operasi," katanya, Senin (2/2). Menurut Dadang, terkait aktivitas tambang galian ilegal yang masih beroperasi di Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Bungursari, Pemerintah Provinsi Jabar dan pemerintah daerah harus lebih tegas dalam mengambil tindakan dengan menutup aktivitas secara permanen guna memanimalisir bencana longsor. Karena, hujan deras yang terjadi bisa berdampak ditambah perbukitan selama ini rusak dan lubang tanpa direklamasi. 

"Kami sebagai warga menunggu gerakan penutupan galian ilegal secara permanen dilakukan oleh pemerintah pusat maupun Provinsi Jawa Barat. Karena, tambang galian ilegal tersebut berbahaya sehingga dampaknya bisa menyebabkan longsor dan banjir tapi ketika musim panas kondisinya itu berdebu hingga gersang," ujarnya. 

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi mengatakan, inspeksi mendadak (Sidak) tambang ilegal yang dilakukan bersama anggota Satpol PP menemukan masih adanya aktivitas galian di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari. Selain itu, aktivitas tambang yang ditemukan berpotensi menimbulkan bencana longsor dan banjir termasuknya infrastruktur jalan rusak. 

"Tambang galian ilegal yang ditemukan di Kecamatan Bungursari masih beroperasi dan warga sekitar sudah lama terganggu adanya aktivitas penyaringan batu selama 24 jam tidak ada istirahat hingga mereka menurunkan ekskavator dan sejumlah truk antre mengisi pasir. Akan tetapi, aktivitas tersebut harus diawasi dan meminta agar Gubernur Jawa Barat maupun Menteri LH segera melakukan peninjuan," tandasnya. (AD/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner