Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pedagang Daging Sapi di Cianjur masih Mogok Berjualan, Diskumdagin Minitoring Lapangan

Benny Bastiandy
26/1/2026 16:37
Pedagang Daging Sapi di Cianjur masih Mogok Berjualan, Diskumdagin Minitoring Lapangan
MOGOK JUALAN: Kios pedagang daging sapi di pasar tradisional di Kabupaten Cianjur sepi karena aksi mogok berjualan selama dua hari, Minggu (25/1/2026) dan Senin (26/1/2026).(MI/Benny Bastiandi)

AKSI mogok berjualan pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berlanjut hingga Senin (26/1). Terutama ada pedagang di Pasar Induk Cianjur dan Pasar Muka yang sudah dilakukan sejak Minggu (25/1).

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Ivan Feriadi Rahman, mengaku sudah memonitoring lapangan menindaklanjuti aksi mogok massal pedagang daging sapi. Monitoring dilakukan di Pasar Induk Cianjur dan di Pasar Muka.

"Pada prinsipnya, aksi mogok berjualan para pedagang daging sapi dipicu kenaikan harga sapi hidup dari peternak ke RPH (rumah potong hewan)," kata Ivan, Senin (26/1).

Dengan kenaikan tersebut, kata Ivan, berdampak terhadap para pedagang eceran di pasar. Mereka cukup kesulitan menjual ke konsumen karena harganya yang juga tinggi. Berdasarkan informasi para pedagang, harga sapi hidup dari peternak naik signifikan. Sebelumnya harga berada di kisaran Rp50 ribu-Rp53 ribu per kg berat hidup.

Saat ini naik mencapai Rp55 ribu per kg berat hidup. Kondisi ini berdampak mahalnya harga karkas atau daging murni tanpa kulit, kepala, kaki, dan jeroan di RPH.

"Pedagang jadi kesulitan memperoleh margin keuntungan yang wajar. Sebelumnya pedagang bisa menjual Rp120 ribu- Rp130.000 per kg. Saat ini pedagang harus menjual daging antara Rp140 ribu-Rp160 ribu per kg," beber Ivan.

Secara tata niaga, sebut Ivan, para pedagang menilai kondisi ini tidak sehat. Para pedagang berharap adanya perhatian dan kebijakan yang berpihak pada stabilitas harga, sehingga kegiatan perdagangan dapat kembali berjalan normal dan berkelanjutan.

Ivan menyebut, di Kabupaten Cianjur sendiri harga daging sapi rata-rata masih normal di bawah harga eceran tertinggi (HET). Harganya di kisaran Rp120 ribu-Rp140 ribu per kg sampai Sabtu (24/1).

"Mudah-mudahan besok para pedagang daging sapi kembali berdagang," pungkasnya. (BB/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner