Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Genteng Produksi Jatiwangi mulai Diserap untuk Program Perumahan Rakyat

Nurul Hidayah    
12/3/2026 22:33
Genteng Produksi Jatiwangi mulai Diserap untuk Program Perumahan Rakyat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di sentra produksi genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.(MI/NURUL HIDAYAH)

SEBANYAK 14 truk genteng produksi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka telah dibawa ke Jakarta. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari program gentengisasi sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan produk UMKM dalam pembangunan perumahan rakyat.

Sebanyak  14 truk genteng dilepas oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dari sentra produksi genteng Jatiwangi, pada Rabu malam (11/3).

Ada pun total pemesanan genteng yang diumumkan dalam kegiatan tersebut mencapai 24 truk yang berasal dari berbagai program pemerintah dan pengembang perumahan. Total komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar dari program Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

“Program gentengisasi merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” tutur Maruarar.

Karena merupakan bagian dari program pembangunan perumahan nasional, Maruarar pun meminta kepada  UMKM  yang memproduksi genteng di Jatiwangi untuk menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Bahkan tidak hanya di Majalengka,  Maruarar juga mendorong semua UMKM penghasil genteng turut berkontribusi dalam program pemerintah. “UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI."

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa pada tahap awal tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan program perbaikan rumah sebanyak 250 unit.

“Untuk tahap pertama tahun ini ada 250 unit rumah yang akan diperbaiki. Dengan kebutuhan genteng sekitar Rp2 juta per rumah, maka potensi belanja genteng mencapai sekitar Rp500 juta,” jelasnya.


Rumah tidak layak huni


Sementara itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman, menjelaskan Pemerintah Kabupaten Majalengka juga mengalokasikan program perbaikan rumah tidak layak huni yang diperkirakan akan menyerap genteng dari pengusaha lokal.

"Pada 2026, kami akan melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni 1.715 unit dan diperkirakan belanja untuk kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp1,5 miliar,” katanya.

Selain itu, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat, direncanakan sebanyak 900 rumah di Kabupaten Majalengka akan diperbaiki dengan potensi kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp1 miliar.

Dengan demikian, total komitmen pembelian genteng dari berbagai program tersebut mencapai sekitar Rp3 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM genteng di Jatiwangi.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari sektor swasta. Dua pengembang rumah subsidi, yakni Angga dan Wawan, yang kisahnya sempat viral setelah mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto turut melakukan pemesanan genteng dari UMKM Jatiwangi. Sebanyak empat truk dipesan setiap pengusaha untuk kebutuhan proyek perumahan yang sedang mereka bangun di Bogor dan Serang.

Salah satu pelaku usaha genteng di Jatiwangi, Riswan, mengungkapkan bahwa program pemerintah ini memberikan semangat baru bagi para pengrajin yang sempat menghadapi masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, dukungan pemerintah membuat industri genteng di Jatiwangi kembali menggeliat dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Dia berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga produk genteng Jatiwangi tidak hanya digunakan di daerah sendiri, tetapi juga dapat dipasarkan ke seluruh Indonesia.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner