Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dilanda Pergerakan Tanah Susulan, Warga Kampung Gempol Sukabumi Mengungsi

Benny Bastiandy
15/1/2026 19:17
Dilanda Pergerakan Tanah Susulan, Warga Kampung Gempol Sukabumi Mengungsi
Sejumlah rumah di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, rusak akibat pergerakan tanah.(MI/BENNY BASTIANDY)

PERMUKIMAN warga di Kampung Gempol RT 001 dan 002/007, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda pergerakan tanah. Tingginya curah hujan sejak beberapa bulan terakhir memicu tanah menjadi labil.

Berdasarkan informasi, pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Wilayah tersebut dikenal rawan pergerakan tanah.

Sebelumnya, di lokasi yang sama juga pernah terjadi pergerakan tanah.

Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menuturkan pada pergerakan tanah yang terjadi Rabu (14/1), terdapat sebanyak 28 kepala keluarga atau 28 jiwa yang terdampak. Saat ini mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Hasil pendataan di lapangan, ada sebanyak 28 KK yang harus mengungsi akibat pergerakan tanah," katanya, Kamis (15/1).

Tidak ada korban jiwa maupun luka pada bencana tersebut. Dia menyebut, petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) dan personel BPBD setempat siap siaga di lokasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan aparatur pemerintah desa, staf kecamatan, termasuk Koramil dan Polsek Palabuhanratu berkaitan penanganan. Termasuk mengimbau masyarakat selalu waspada dengan potensi bencana susulan," tandasnya.


Longsor susulan

Di tempat terpisah, longsor susulan kembali terjadi di ruas jalan Bagbagan-Kiaradua, di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kamis (15/1) dinihari. Petugas yang sebelumnya sudah menangani material tanah longsor di lokasi itu, harus kembali bergerak cepat mengevakuasi.

Hingga pukul 12.57 WIB, dilaporkan material tanah longsor sudah bisa dievakuasi. Namun, ruas jalan baru bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Sementara pada pukul 15.00 WIB, evakuasi yang dilakukan petugas gabungan dengan menggunakan alat berat, membuat arus kendaraan bisa melintas. Petugas masih memberlakukan sistem buka-tutup.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner