Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Puluhan Warga Mengungsi, Pergerakan Tanah Ancam Belasan Rumah di Sukabumi

Benny Bastiandy
04/1/2026 21:26
Puluhan Warga Mengungsi, Pergerakan Tanah Ancam Belasan Rumah di Sukabumi
Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi mendata warga yang rumahnya terancam pergerakan tanah di Kampung Pinangjajar RT 11/03, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran(MI/BENNY BASTIANDY)

BELASAN rumah di Kampung Pinangjajar RT 11/03, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam pergerakan tanah. Saat ini, puluhan kepala keluaga mengungsi sementara ke tempat lebih aman.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Jumat (2/1) sekitar pukul 21.45 WIB. Peristiwa itu dipicu tingginya curah hujan dengan durasi waktu yang cukup lama.

"Di lokasi terdata ada sekitar 18 rumah yang kondisinya terancam pergerakan tanah. Dari semua bangunan rumah yang terancam, jumlah penghuninya terdata sebanyak 23 kepala keluarga atau 70 jiwa," tuturnya, Minggu (4/1).

Dia menambahkan pergerakan tanah di wilayah tersebut merupakan bencana susulan. Sebab, sebelumnya wilayah itu pernah terjadi bencana serupa.

"Kejadian pertama itu sekitar Maret 2025. Kemudian terjadi lagi di awal tahun ini yang dipicu tingginya curah hujan," jelasnya.

BPBD terus memantau perkembangan di lapangan. Sebab, kondisi saat ini dikhawatirkan akan berpotensi meluas mengingat curah hujan diprediksi masih cukup tinggi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) serta aparatur pemerintah desa setempat," tegas Daeng.

Di tempat terpisah, hujan terus menerus dengan durasi cukup lama juga mengakibatkan tanah longsor di Kampung Sukarame RT 04/05, Desa/Kecamatan Parakansalak, Minggu (4/1) sekitar pukul 02.45 WIB. Bencana itu mengakibatkan satu bangunan rumah warga setempat kondisinya terancam.

"Ada satu rumah milik Sulaeman yang dihuni enam jiwa kondisinya terancam," pungkas Daeng.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner