Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RUAS jalan nasional Bagbagan-Kiaradua di Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, lumpuh total. Pasalnya, badan jalan di sekitar Kampung Cimapag ambles akibat pergerakan tanah.
Berdasarkan informasi, amblesnya badan jalan terjadi pada Kamis (18/12) dinihari. Kejadiannya usai wilayah Kabupaten Sukabumi diguyur hujan terus menerus sejak beberapa hari terakhir.
Pada rekaman video yang beredar di grup WhatsApp, di sekitar lokasi terdapat sebuah truk wings box yang terjebak di antara jalan ambles. Akibat kejadian itu, arus kendaraan dari arah Bagbagan ke Kiaradua maupun sebaliknya tidak bisa melintas di kawasan geopark tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama Polri, TNI, dan elemen lainnya sudah memasang alat pengaman dan garis polisi di sekitar lokasi. Tujuannya agar masyarakat tidak mendekati lokasi.
Manajer Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan, Rabu (17/12) hingga Kamis (18/2) dini hari, curah hujan di wilayah Kabupaten Sukabumi relatif cukup tinggi. Kondisi itu memicu berbagai kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah lokasi.
"Salah satunya di ruas jalan nasional Bagbagan-Kiaradua di Kampung Cimapag Desa Loji Kecamatan Simpenan," kata Daeng, Kamis (18/12).
Hasil pendataan di lapangan, kata Daeng, pada Kamis (18/12) terjadi bencana tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, dan pohon tumbang. Tanah longsor terjadi di tujuh titik yang tersebar di Kecamatan Simpenan, Ciemas, Cisolok, serta Cikidang.
Banjir terjadi di empat titik di Kecamatan Ciemas. Banjir dipicu meluapnya aliran sungai di wilayah itu. Bahkan di Kampung/Desa Ciemas, terdapat sejumlah rumah yang terendam.
Sementara pergerakan tanah terjadi di Kampung Cipelenting RT 016/005 Desa Sukajaya Kecamatan Pabuaran. Satu rumah yang dihuni 1 kepala keluarga atau 3 jiwa dilaporkan mengalami rusak berat. Sedangkan di Kampung Cileguk RT 009/004 Desa Ciengang Kecamatan Gegerbitung sebuah pohon tumbang menimpa rumah milik warga setempat.
"Intensitas bencana mulai meningkat karena curah hujan tinggi. Kami siap siaga dan waspada menghadapi berbagai potensi kebencanaan," pungkasnya. (H-4)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved