Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Turunkan Angka Stunting, ASN Kota Sukabumi Sumbang Satu Telur Ayam

Benny Bastiandy
05/1/2026 21:52
Turunkan Angka Stunting, ASN Kota Sukabumi Sumbang Satu Telur Ayam
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana meluncurkan gerakan pengumpulan telur ayam dan sampah di kalangan ASN,(MI/BENNY BASTIANDY)

KALANGAN aparatur sipil negara (ASN) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai didorong mengumpulkan satu butir telur. Upaya itu merupakan bentuk gerakan menurunkan angka prevalensi kasus stunting.
 
Gerakannya diluncurkan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersamaan apel pagi di halaman Balai Kota Sukabumi, Senin (5/1). Gerakan ini digagas Wakil Wali Kota Bobby Maulana.

"Kita awali gerakan ini dari para ASN di lingkup Sekretariat Daerah. Jadi, satu orang ASN membawa satu butir telur ayam. Nanti, setelah terkumpul selama satu bulan, kita distribusikan ke setiap posyandu untuk diberikan kepada anak-anak," ungkap Bobby.

Dia menuturkan, gerakan mengumpulkan satu telur setiap ASN didasari pertimbangan agar semua elemen bisa berkontribusi terhadap penanganan kasus stunting. Terlebih, selama 2024, hasil survei gizi, angka prevalensi kasus stunting di Kota Sukabumi turun cukup signifikan.

"Angka prevalensi stunting kita pada 2024 turun hingga 19,2 persen. Nah, gerakan pengumpulan telur ini nantinya kita dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan upaya lanjutan mewujudkan angka prevalensi stunting nol persen," tegasnya.

Menabung sampah


Bersamaan gerakan tersebut, Pemkot Sukabumi juga meluncurkan program menabung sampah bagi kalangan ASN. Langkah ini bertujuan mengurangi residu sampah yang diangkut mengingat keberadaan TPAS Cikundul dalam kondisi kritisi akibat usia teknis yang semakin berkurang.

"Jadi, gerakan ASN menabung sampah anorganik ini bekerja sama dengan Bank Sammi (Bank Sampah Induk Kota Sukabumi)," tuturnya.

Teknisnya, lanjut Bobby, setiap pegawai di lingkup Setda Kota Sukabumi masing-masing membawa sampah plastik dari rumah mereka dan di kantor. Kemudian sampah itu dikumpulkan berdasarkan bagian tempat mereka bekerja, kemudian diberi nama.

"Nanti, sampah anorganik ini diserahkan ke Bank Sammi. Sampahnya nanti ditimbang kemudian diberikan reward dari Bank Sammi. Jadi, masing-masing bagian di lingkup Setda akan punya saldo melalui aplikasi," jelasnya.

Gerakan ini merupakan bagian menuntaskan permasalahan sampah dari hulu. Sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat agar memanfaatkan keberadaan Bank Sammi untuk pengelolaan sampah.

"Mudah-mudahan, gerakan ini yakni pengumpulan telur ayam maupun sampah bisa ditiru ASN lainnya di setiap perangkat daerah," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner