Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
ANGKA prevalensi kasus stunting atau tengkes di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih mencapai 27% berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI).
Namun pemerintah kabupaten berkeyakinan saat ini di lapangan angka kasus stunting di bawah SKI.
Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, mengaku optimistis angka prevalensi stunting bergerak dinamis. Artinya, data SKI bisa saja berubah karena di lapangan berbagai upaya terus dilakukan pemerintah kabupaten dan para pemangku kebijakan lainnya.
"Kalau melihat kondisi saat ini, kami memiliki keyakinan angka prevalensi kasus stunting di Kabupaten Sukabumi di bawah SKI," ungkapnya seusai monitoring gerakan intervensi pencegahan stunting serentak di Posyandu Melati di Kecamatan Cikakak.
Baca juga : Kota Sukabumi Intervensi Stunting melalui Aplikasi Terintegrasi
Keyakinannya terhadap penurunan angka prevalensi kasus stunting salah
satunya seperti di Kecamatan Cikakak. Berbagai upaya intervensi yang
dilakukan berhasil menurunkan angka kasus stunting menjadi 7%.
"Dari hasil pengukuran, di Kecamatan Cikakak angkanya sudah 7%. Ini tentu jadi bukti nyata keberhasilan intervensi yang dilakukan selama ini," ucap Iyos yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Sasaran gerakan intervensi pencegahan stunting di Posyandu Melati di
Kecamatan Cikakak yaitu ibu hamil, bayi dan balita, serta calon pengantin. Mereka yang menjadi sasaran menjalani proses pengukuran.
Baca juga : Angka Prevalensi Stunting di Kota Sukabumi Sebesar 26,9%
Jumlah bayi dan balita yang diukur sebanyak 76 orang, ibu hamil 13 orang, dan calon pengantin sebanyak 21 orang.
Iyos berharap angka prevalensi stunting di Kecamatan Cikakak bisa
dipertahankan, bahkan bisa lebih turun. Di semua kecamatan bisa menghasilkan data valid dan akurat.
Pemkab Sukabumi optimistis dengan berbagai upaya intervensi yang masif
dilakukan bisa menurunkan angka stunting hingga 14% sesuai target
pemerintah pusat. Namun perlu sinergi dan kolaborasi dari semua elemen
menuntaskan kasus stunting.
"Masyarakat yang jadi sasaran pencegahan stunting harus inisiatif datang ke posyandu secara rutin," pungkasnya.
Pos Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah menyalurkan pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), menyiagakan petugas kesehatan dan ambulans untuk mengantisipasi dampak unjuk rasa yang tengah marak di Kota Bandung.
Petugas membubarkan massa dengan cara menembakkan gas air mata.
SMP Gagasceria, Kota Bandung, menggelar workshop untuk guru yang menghadirkan pakar pendidikan dari dalam negeri dan luar negeri.
Pusat kebugaran revolusioner dengan konsep fleksibel, kelas inovatif, dan stickfit pertama di Asia
Kesiapsiagaan itu dibutuhkan karena wilayah Kabupaten Bandung Barat menjadi kawasan paling rentan dan terdampak
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB.
Para pelaku mengaku mendapat upah Rp1 juta per orang untuk mengawal barang tersebut.
Massa melakukan aksi simpatik. Mereka menyuarakan keprihatinan atas kasus meningglany Affan Kurniawan
Saya memang tegas-tegasan. Tapi itu semua demi kebaikan Kabupaten Cianjur
Pantauan drone thermal pada Jumat (29/8) dini hari, terdeteksi pergerakan macan tutul mengarah ke area karantina.
Hujan yang turun sekitar pukul 14.30 WIB juga tidak menyurutkan semangat para pengunjuk rasa.
Pada 2024 lalu,belanja kacamata mencapai US $158,5 miliar dan diperkirakan meningkat menjadi US $173,9 pada tahun ini,
Potensi produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun ini selama periode Januari-Agustus meningkat dibanding tahun lalu
Aksi menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya penghapusan outsourcing, tolak upah murah, stop PHK dan bentuk Satgas PHK.
Kehadiran Migrant Center ini sebagai upaya memberikan informasi kepada tenaga kerja yang hendak dikirim ke luar negeri
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Politeknik Bandung, jika terjadi gempa bumi, Gedung Setda berpotensi mengalami kerusakan.
Program 3 juta rumah bukanlah hal mudah terlebih di saat kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti saat ini
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved