Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Akibat Banjir, Pemkab Cirebon Berencana Evaluasi Izin Perumahan

Nurul Hidayah    
29/12/2025 21:35
Akibat Banjir, Pemkab Cirebon Berencana Evaluasi Izin Perumahan
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, memberikan arahan kepada BPBD saat mengunjungi lokasi banjir(MI/NURUL HIDAYAH)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cirebon berencana melakukan evaluasi terhadap pemberian izin pembangunan perumahan baru. Kebijakan itu untuk menyikapi kejadian banjir yang sering melanda wilayah tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu diterjang banjir besar.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengungkapkan bahwa banjir selain disebabkan kiriman air yang cukup tinggi dari daerah hulu juga disebabkan hilangnya daerah resapan air. Kondisi itu meningkatkan risiko terjadinya banjir.

Hilangnya daerah resapan air ini salah satunya disebabkan alih fungsi lahan yang digunakan untuk lokasi perumahan.

“Banyaknya pembangunan perumahan memang berpotensi meningkatkan risiko banjir,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya tengah meninjau ulang regulasi terkait izin baru untuk perumahan. Kemungkinan Pemkab Cirebon akan menghentikan pemberian izin untuk pembangunan perumahan baru. Hal ini dilakukan sebagai langkah mitigasi banjir dan bencana lainnya.

Namun, Imron mengakui, kebijakan ini masih dalam tahap pertimbangan, mengingat masih tingginya kebutuhan hunian di Kabupaten Cirebon.

“Kebijakan penghentian izin perumahan juga bukan perkara sederhana. Kami harus mempertimbangkan keseimbangan  antara perlindungan lingkungan dan kebutuhan masyarakat akan hunian yang terus meningkat,” tambahnya.

Saat ini Pemkab Cirebon tengah melakukan kajian komprehensif  sejumlah ahli tata ruang dan lingkungan hidup untuk menentukan strategi paling efektif. Salah satunya adalah meninjau lokasi-lokasi rawan bencana dan kawasan yang berpotensi menjadi daerah resapan air.

“Kita ingin kebijakan yang diambil bukan sekadar larangan, tetapi juga solusi yang berkelanjutan. Misalnya, memprioritaskan pembangunan di kawasan yang aman dan tetap mempertahankan daerah resapan air,” tambahnya.

Selain kajian internal, Pemkab Cirebon juga berencana menggelar forum konsultasi publik untuk melibatkan warga, pengembang, dan akademisi. Tujuannya adalah memperoleh masukan yang lebih luas dan transparan sebelum kebijakan resmi diterapkan.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya frekuensi banjir di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon akibat alih fungsi lahan dan pembangunan perumahan yang masif.

Bencana Banjir

Seperti diketahui banjir besar menerjang kawasan Sumber, Kabupaten Cirebon pada Selasa (23/12) sore hingga malam hari. Derasnya aliran air saat itu bahkan menghancurkan tembok gudang miliki salah satu supermarket hingga akhirnya barang-barang yang tersimpan di dalam gudang hanyut terbawa arus banjir. Bahkan sejumlah sepeda motor yang tengah parkir pun turut hanyut terbawa arus.

“Kami akan melakukan perbaikan pada tanggul atau benteng yang menjadi titik rawan banjir,” ungkap mron.

Pemkab Cirebon juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Kuningan sebagai wilayah hulu juga akan diperkuat untuk mengantisipasi banjir kiriman.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner