Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Banjir Landa 22 Desa di Cirebon

Nurul Hidayah    
14/12/2025 16:22
Banjir Landa 22 Desa di Cirebon
Jalur pantura tengah tepatnya di Kecamatan Klayan, Kabupaten Cirebon sempat tergenang air akibat hujan deras semalam(MI/Nurul)

Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama sejak Sabtu (13/12) malam, baik di wilayah Cirebon maupun di daerah hulu (Kabupaten Kuningan), menyebabkan sejumlah sungai di Kabupaten Cirebon meluap. Akibatnya, sedikitnya 22 desa dan kelurahan terendam banjir, memaksa sebagian warga mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, menjelaskan bahwa hingga Minggu (14/12) siang, petugas masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen dan penanganan.

“Air sungai meluap dan merendam rumah warga. Sebanyak 1.843 jiwa atau 6.530 Kepala Keluarga terdampak banjir. Adapun rumah yang terendam banjir mencapai 1.306 rumah,” tutur Ikin.

Di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, tercatat 15 orang mengungsi akibat tingginya air yang mencapai hingga 100 cm, dan dapur umum telah dioperasikan untuk membantu warga.

Ikin Asikin menyebutkan, salah satu dampak terparah dari banjir adalah jebolnya tanggul di sepanjang Sungai Kalianyar, Kecamatan Panguragan. Jebolnya tanggul inilah yang menyebabkan air langsung masuk ke rumah warga. Selain itu, Sungai Bondet di Kecamatan Gunungjati mengalami limpasan akibat air laut yang pasang, ditambah air kiriman dari hulu.

Banjir juga berdampak pada genangan di ruas Pantura tengah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Kecamatan Klayan, dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 cm, sehingga mengganggu lalu lintas.

Beberapa wilayah yang terendam banjir meliputi desa-desa di Kecamatan Plered, Plumbon, Weru, Gunungjati, Ciwaringin, Arjawinangun, Gempol, Klangenan, Panguragan, dan Depok.

Salah seorang warga Perumahan Villa Intan, Kecamatan Klayan, Ardika, mengaku telah bersiap dengan menaikkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi, meskipun posisi rumahnya lebih tinggi dari jalan sehingga air belum masuk.

"Hujan deras turun sangat deras Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Sekitar pukul 21.00 WIB air mulai tinggi dan masuk ke permukiman warga," ujar Dika. (UL/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya