Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

8 Warga Tasikmalaya dan Bandung Menjadi Korban TPPO di Kamboja

Kristiadi
26/12/2025 19:25
8 Warga Tasikmalaya dan Bandung Menjadi Korban TPPO di Kamboja
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memulangkan warganya yang terjebak di Kamboja.(MI/KRISTIADI)

SEBANYAK 8 pria warga Tasikmalaya dan Pangalengan, Bandung, diduga telah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Mereka mengaku terjebak dalam situasi sulit dan meminta bantuan pemerintah untuk bisa pulang ke Tanah Air.

Seorang korban, Oki Warisman, warga Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya mengatakan, dirinya bersama temannya yang berasal dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Bandung telah terjebak di tengah lokasi konflik perang yang sangat membahayakan keselamatan. Pihak perusahaan menahan paspor milik mereka, sehingga tidak bisa pulang secara mandiri.

"Kami terjebak dalam situasi peperangan di Kamboja. Kami, 4 orang dari Karangnunggal, 2 dari Bojongasih, 1 Salawu, dan 1 dari Pangelangan," tambahnya.

Dia menambahkan, para korban sudah mulai kehabisan bekal untuk bertahan hidup. Mereka masih terus menunggu respon dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.

Pesan itu disampaikan Oki lewat unggahan video di akun TikTok @andi_ralis.

Menanggapi hal itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengakui ada 7 warganya yang terjebak di Kamboja.

"Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya sudah menerima informasi itu. Pemkab Tasikmalaya sudah berkirim surat permohonan pemulangan kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat," ujarnya, Jumat (26/12).

Dia mengaku sudah melakukan koordinasi lintas instansi dan melibatkan Kementerian Luar Negeri, BP2MI, serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat.

"Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja ke luar negeri tidak melalui jalur resmi," tambahnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner